Kader PAN Diminta Tidak Kampanye Hitam dan Saling Menjatuhkan Jelang Kongres - Kompas.com

Kader PAN Diminta Tidak Kampanye Hitam dan Saling Menjatuhkan Jelang Kongres

Kompas.com - 11/02/2015, 16:19 WIB
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (dua kanan) bersama Ketua Umum PAN Hatta Rajasa (dua kiri), Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan (kiri), dan Wakil Ketua Umum Drajad Wibowo menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN 2015 di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/1/2015). Rakernas tersebut diselenggarakan sebagai persiapan menuju Kongres PAN April mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar kongres akhir Februari 2015. Ketua DPP PAN Saleh Daulay mengingatkan agar kader tidak melakukan kampanye hitam.

Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa adalah dua calon terkuat dalam perebutan kursi Ketua Umum PAN dalam kongres nanti.‎ Masing-masing mengklaim sudah mengantongi tiket dukungan. Saleh pun mengingatkan para pendukung untuk tidak melakukan kampanye hitam.

"Black campaign bukan karakter kader PAN. Kader PAN diikat dengan moral agama yang mengedepankan prestasi dan keteladanan," ujar Saleh melalui pesan singkatnya, Rabu (11/2/2015).

Untuk itu, Saleh menuturkan juka ada orang yang melakukan itu, berarti orang tersebut bukan orang PAN. Karena tidak bisa menginternalisasikan nilai-nilai dan dasar perjuangan PAN.

"Black campaign itu hanya ada dua, ghibah dan fitnah. Kalaupun betul yang disampaikan jatuhnya sebagai ghibah. Nah kalau salah, itu fitnah. Sederhana saja," imbuhnya.

Saleh meminta semua kader mengedepankan prestasi dan keunggulan masing-masing kandidatnya. Itu yang disebut berlomba untuk menjadi terbaik. Dengan demikian, yang terlihat adalah kelebihan-kelebihan para kandidat.

Sementara kekurangannya, sambung Saleh, tidak perlu disebut karena justru bisa merendahkan kualitas para kader yang secara tidak langsung bisa menurunkan citra partai.

"Kalau sudah saling menjatuhkan, pasti partai yang rugi. Sama saja juga merugikan semua. Termasuk mereka yang mungkin tidak memiliki suara di kongres," kata Ketua Komisi VIII DPR itu. (Ferdinand Waskita)


EditorBayu Galih

Close Ads X