Hanya Enam Mata, Jokowi Berbicara dengan Wakapolri dan Kabareskrim

Kompas.com - 30/01/2015, 00:27 WIB
Presiden RI Jokowi Widodo mengelar jumpa pers di Komplek Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir Jakarta Pusat, Rabu(14/1/2015). Selain mengumumkan penemuan bandan pesawat AirAsia QZ8501 juga pengumumkan sikap pemerintah yang menghormati keputusan hukum KPK dan keputusan politik DPR terhadap Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan hingga keputusan rapat Paripurna DPR.  WARTA KOTA / HENRY LOPULALANPresiden RI Jokowi Widodo mengelar jumpa pers di Komplek Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir Jakarta Pusat, Rabu(14/1/2015). Selain mengumumkan penemuan bandan pesawat AirAsia QZ8501 juga pengumumkan sikap pemerintah yang menghormati keputusan hukum KPK dan keputusan politik DPR terhadap Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan hingga keputusan rapat Paripurna DPR.
|
EditorBayu Galih


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan khusus pada Kamis (29/1/2015) malam ini dengan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Budi Waseso. Pertemuan hanya dilakukan enam mata.

Jokowi tidak melibatkan lingkaran dalam presiden yang selama ini biasa mendampingi, seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

"Saya hanya tahu ada pertemuan, tapi saya tidak ikut mendampingi. Itu hanya presiden, Wakapolri dan Pak Budi Waseso," kata Andi di Istana Kepresidenan, Kamis (29/1/2015).

Andi mengaku tak tahu apa yang dibicarakan presiden bersama Badrodin dan Budi Waseso. Dia menjelaskan, dirinya hanya mendampingi presiden bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe dan para bupati. Setelah itu, presiden memanggil Badrodin dan Budi namun presiden tak didampingi siapa pun.

Hal tersebut juga diamini oleh Mensesneg Pratikno. Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada itu juga mengaku tak tahu menahu isi pembicaraan "spesial" presiden dengan dua pejabat tinggi Polri malam ini. Dia hanya menebak mungkin saja Presiden Jokowi memanggil keduanya untuk mendengarkan pendapat.

"Alasanya mungkin untuk berbicara saja. Presiden tidak didampingi oleh siapa pun," ungkap dia.

Seperti diketahui, wartawan sempat melihat kedatangan Budi ke kompleks istana kepresidenan sekitar pukul 19.15. Ketika itu Budi datang seorang diri sambil berjalan kaki dari pintu pengamanan lapis luar menuju pintu utama istana.

Wartawan pun menanyakan tujuan Budi ke istana. Pria yang dikenal dekat dengan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan itu menyatakan dia hanya diminta mendampingi Badrodin menghadap presiden. (Kabareskrim Irjen Budi Waseso Tiba-tiba ke Istana Malam Ini)

Badrodin sudah terlebih dulu di dalam istana namun kedatangannya diduga melalui pintu lain. Usai bertemu presiden, baik Budi Waseso mau pun Badrodi menghindari wartawan. Mereka kemungkinan keluar dari pintu lain di istana yang jumlahnya mencapai empat pintu tersebut.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

Nasional
UPDATE 17 Januari: 11.287 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

UPDATE 17 Januari: 11.287 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

Nasional
UPDATE 17 Januari: 46.138 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

UPDATE 17 Januari: 46.138 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 17 Januari: Ada 73.243 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 17 Januari: Ada 73.243 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 17 Januari: Bertambah 220, Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 25.987 Orang

UPDATE 17 Januari: Bertambah 220, Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 25.987 Orang

Nasional
UPDATE 17 Januari: Bertambah 9.102 Orang dalam Satu Hari, Jumlah Pasien Sembuh Tembus Rekor

UPDATE 17 Januari: Bertambah 9.102 Orang dalam Satu Hari, Jumlah Pasien Sembuh Tembus Rekor

Nasional
UPDATE 17 Januari: Tambah 9.102, Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 736.460 Orang

UPDATE 17 Januari: Tambah 9.102, Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 736.460 Orang

Nasional
UPDATE 17 Januari: Tambah 11.287, Kini Ada 907.929 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 Januari: Tambah 11.287, Kini Ada 907.929 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bertambah, Kini Ada 89 Rekening FPI dan Afiliasinya yang Dibekukan

Bertambah, Kini Ada 89 Rekening FPI dan Afiliasinya yang Dibekukan

Nasional
Kepala PPATK: Aneh Kalau FPI Bubar, Uangnya Tetap Jalan dan Beredar

Kepala PPATK: Aneh Kalau FPI Bubar, Uangnya Tetap Jalan dan Beredar

Nasional
Tim DVI Polri Imbau Masyarakat Beri Data Lebih Banyak soal Korban SJ 182

Tim DVI Polri Imbau Masyarakat Beri Data Lebih Banyak soal Korban SJ 182

Nasional
BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

Nasional
Kepala BNPB Minta Warga di Wilayah Terdampak Gempa Sulawesi Barat Tak Terpengaruh Hoaks

Kepala BNPB Minta Warga di Wilayah Terdampak Gempa Sulawesi Barat Tak Terpengaruh Hoaks

Nasional
Jubir Vaksin: OTG Tetap Bisa Divaksin Covid-19

Jubir Vaksin: OTG Tetap Bisa Divaksin Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X