Demokrat Masih Butuh SBY untuk Dongkrak Elektabilitas

Kompas.com - 23/12/2014, 08:31 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato sambutan setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres Luar Biasa PD di Hotel Grand Inna Bali Beach Hotel, Bali, Sabtu (30/3/2013). Susilo Bambang Yuidhoyono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum melalui Kongres Luar Biasa ini. KOMPAS/RIZA FATHONIKetua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato sambutan setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres Luar Biasa PD di Hotel Grand Inna Bali Beach Hotel, Bali, Sabtu (30/3/2013). Susilo Bambang Yuidhoyono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum melalui Kongres Luar Biasa ini.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Heriyanto mengatakan, partainya masih membutuhkan Susilo Bambang Yudhoyono. Ia yakin, SBY akan terpilih kembali sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat pada Kongres 2015 mendatang. Menurut dia, figur SBY diperlukan Demokrat untuk menghadapi agenda-agenda politik ke depan.

"Partai Demokrat masih memerlukan sosok SBY untuk menata, membangun, dan mengangkat kembali elektabilitas Partai Demokrat, baik di pileg, pilpres, ataupun pilkada," kata Heriyanto kepada Kompas.com, Senin (22/12/2014).

Ia mengatakan, SBY adalah faktor kunci yang membuat Demokrat selama ini mendapatkan dukungan pada pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah. Kesuksesan Partai Demokrat dalam dua kali pemilu, kata Heriyanto, tak terlepas dari peran dan nama besar SBY. 

"Alhamdulillah pileg 2014 Partai Demokrat masih masuk empat besar ekuivalen dengan 61 suara di DPR RI. Itu pun dengan kegigihan Pak SBY yang turun gunung bersosialisasi ikut berkampanye dalam Pileg 2014 lalu. Sampai saat ini, belum ada tandingan yang betul-betul menyaingi SBY," ujarnya.

Selain itu, tambah Heriyanto, SBY juga dianggap masih layak menjadi ketua umum karena merupakan pendiri partai sehingga memahami filosofi Demokrat.

"Apakah kongres nanti itu berjalan dengan voting, musyawarah, atau apa pun namanya, DPD dan DPC sepakat masih menghendaki SBY sebagai ketua umum," ujar Heriyanto.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X