Survei PDB: Elektabilitas Jokowi Turun

Kompas.com - 21/02/2014, 16:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (tengah), saat akan meluncurkan dimulainya pembangunan mass rapid transit (MRT) di sekitar bundaran HI Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013). Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan terpasang sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.  TRIBUNNEWS/HERUDIN Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (tengah), saat akan meluncurkan dimulainya pembangunan mass rapid transit (MRT) di sekitar bundaran HI Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013). Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan terpasang sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden 2014 masih berada di urutan teratas berdasarkan hasil survei Pusat Data Bersatu (PDB). Namun, elektabilitas pria yang akrab disapa Jokowi tersebut mengalami penurunan pada survei Februari 2014 ini.

"Jokowi elektabilitasnya berhenti pada kisaran 30 persen. Bahkan, enam bulan terakhir turun dari 36 persen ke 31,8 persen," ujar pendiri PDB, Peter F Gontha, saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Jumat (21/2/2014).

Sementara itu, elektabilitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengalami peningkatan pesat dalam enam bulan terakhir, yaitu 6,6 persen menjadi 12,8 persen. Namun, Peter mengaku lembaganya tidak mengetahui alasan menurun atau meningkatnya elektabilitas tersebut.

"Kita enggak tahu, kita tidak lakukan survei kenapa menurun," ujarnya.


Sementara itu, menurut pendiri PDB lainnya, Didik J Rachbini, permasalahan banjir Jakarta hingga pengadaan bus yang bermasalah tidak memengaruhi elektabilitas Jokowi.

"Meskipun ada banjir, bus berkarat, dan sodetan Kali Cisadane, nampaknya tidak berpengaruh dengan elektabilitas Jokowi," katanya.

Lalu, menurut Didik, Prabowo mengalami peningkatan karena telah gencar melakukan kampanye di media. Dalam survei kali ini, Jokowi menempati posisi teratas (31,8 persen), Prabowo (12,8 persen), Dahlan Iskan (5,8 persen), dan Wiranto (5,6 persen), Jusuf Kalla (3,3 persen). Kemudian menyusul Megawati Soekarnoputri (2,8 persen), Abu Rizal Bakrie (2,2 persen), Anies Baswedan (2,2 persen), Mahfud MD (1,7 persen), dan Hidayat Nur Wahid (1,3 persen).

Sementara itu, tokoh yang elektabilitasnya yang di bawah 1 persen ialah Rhoma Irama (0,8 persen), Gita Wirjawan (0,8 persen), Hatta Rajasa (0,6 persen), Chairul Tanjung (0,3 persen), Pramono Edhie Wibowo (0,3 persen), Marzuki Alie (0,3 persen), dan calon lainnya (0,6 persen). Adapun yang menjawab tidak tahu sebanyak 27 persen.

Survei dilakukan dengan teknik wawancara pada 7-10 Februari 2014. Sebanyak 1.200 responden pengguna telepon di 15 kota besar di Indonesia dipilih secara acak sistematis berdasarkan buku petunjuk telepon residensial dari PT Telkom. Margin of error ialah 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei tidak mewakili penduduk Indonesia secara keseluruhan, tetapi menggambarkan masyarakat perkotaan yang memiliki telepon residensial.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X