Kompas.com - 02/01/2014, 20:03 WIB
Senior Adviser International Crisis Group (ICG), Sidney Jones, saat wawancara bersama Kompas.com, di Kantor ICG, Menara Thamrin, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (2/5/2011). Wanita asal Australia ini merupakan salah satu pengamat kasus-kasus terorisme yang terjadi di Indonesia. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSenior Adviser International Crisis Group (ICG), Sidney Jones, saat wawancara bersama Kompas.com, di Kantor ICG, Menara Thamrin, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (2/5/2011). Wanita asal Australia ini merupakan salah satu pengamat kasus-kasus terorisme yang terjadi di Indonesia. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Penulis Ihsanuddin
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti terorisme Sidney Jones menyayangkan penggerebekan oleh Datasemen Khusus (Densus) 88 di Tangerang Selatan yang berujung pada tewasnya enam orang terduga teroris di Ciputat. Menurutnya, penembakan mati tersebut bisa memicu aksi balas dendam dari para teroris terhadap institusi kepolisian.

"Penembakan ini bisa berakibat dendam karena polisi menembak teman-temannya," kata Sidney saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/1/2014).

Oleh karena itu, menurut dia, akan lebih baik jika Densus 88 bisa menangkap teroris hidup-hidup. Densus diminta tidak membunuh, kecuali dalam keadaan terdesak. "Harusnya sebisa mungkin upayakan menangkap orang secara hidup ya," lanjutnya.

Pasalnya, nantinya pihak kepolisian yang diincar juga bukanlah kelompok Densus 88 yang sudah dipersenjatai dengan alat-alat khusus yang bisa melakukan perlawanan. Polisi yang diincar justru adalah polisi lalu lintas yang sedang bertugas di pinggir jalan yang tentunya hanya dipersenjatai dengan alat yang sangat minim.

"Contohnya kita lihat penyerangan terhadap polisi yang sering terjadi belakangan ini," lanjut dia.

Sidney juga mengingatkan, meskipun ditemukan daftar wihara di lokasi kejadian, bukan berarti wihara adalah target utama mereka sekarang. Menurutnya, kepolisian tetap menjadi incaran utama.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DCA Sempat Jadi Dalih Pesawat Tempur Singapura Sering 'Nyelonong' Masuk ke Wilayah RI

DCA Sempat Jadi Dalih Pesawat Tempur Singapura Sering "Nyelonong" Masuk ke Wilayah RI

Nasional
Pemerintah Dinilai Tak Mau Tarik 'Rem Darurat' Menangani Penyebaran Omicron

Pemerintah Dinilai Tak Mau Tarik "Rem Darurat" Menangani Penyebaran Omicron

Nasional
Pemerintah Diminta Perhatikan Keterwakilan Perempuan Saat Tunjuk Penjabat Kepala Daerah

Pemerintah Diminta Perhatikan Keterwakilan Perempuan Saat Tunjuk Penjabat Kepala Daerah

Nasional
Eks Dirjen Kemendagri Diberi Wewenang Kelola Peminjaman Dana PEN, tapi Minta 'Upah' 3 Persen

Eks Dirjen Kemendagri Diberi Wewenang Kelola Peminjaman Dana PEN, tapi Minta "Upah" 3 Persen

Nasional
Komando Operasi Udara Nasional Resmi Beroperasi

Komando Operasi Udara Nasional Resmi Beroperasi

Nasional
Bisa Atur Pinjaman Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Diduga Tak Hanya Terima Uang dari Kolaka Timur

Bisa Atur Pinjaman Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Diduga Tak Hanya Terima Uang dari Kolaka Timur

Nasional
Menkes Dorong Daerah Percepat Vaksinasi Lansia

Menkes Dorong Daerah Percepat Vaksinasi Lansia

Nasional
Jampidsus: Buronan Kita Ada 247, Kasus Korupsi hingga Pajak dan Pabean

Jampidsus: Buronan Kita Ada 247, Kasus Korupsi hingga Pajak dan Pabean

Nasional
Waspadai Lonjakan Covid-19, Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Meningkat

Waspadai Lonjakan Covid-19, Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Meningkat

Nasional
Menkes: BOR RS Covid-19 di Jakarta Saat Ini Berbasis Kapasitas Terpasang, Bukan Kapasitas Maksimal

Menkes: BOR RS Covid-19 di Jakarta Saat Ini Berbasis Kapasitas Terpasang, Bukan Kapasitas Maksimal

Nasional
Batuk dan Nyeri Tenggorokan Gejala Khas Varian Omicron

Batuk dan Nyeri Tenggorokan Gejala Khas Varian Omicron

Nasional
KPK: Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Akan Kembalikan Uang Rp 647 Juta Terkait Kasus Pejabat Ditjen Pajak

KPK: Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Akan Kembalikan Uang Rp 647 Juta Terkait Kasus Pejabat Ditjen Pajak

Nasional
Tanggapi Kritik Pelaksanaan PTM, Menkes: Belum Ada Anak-anak Dirawat di RS

Tanggapi Kritik Pelaksanaan PTM, Menkes: Belum Ada Anak-anak Dirawat di RS

Nasional
Ketika PDI-P Pertimbangkan Ahok, Bukan Risma, Jadi Kepala Otorita IKN

Ketika PDI-P Pertimbangkan Ahok, Bukan Risma, Jadi Kepala Otorita IKN

Nasional
Menkes: Orang Indonesia Lebih Rajin Pakai Masker Dibanding Warga AS dan Eropa

Menkes: Orang Indonesia Lebih Rajin Pakai Masker Dibanding Warga AS dan Eropa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.