Kompas.com - 11/12/2013, 04:17 WIB
Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Deddy Kusnidar, (kanan)  di dampingi pengacaranya memenuhi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2012). Dedy Kusdinar diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mantan Menpora Andi Mallarangeng dalam kasus Hambalang.

KOMPAS/ALIF ICHWANKepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Deddy Kusnidar, (kanan) di dampingi pengacaranya memenuhi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2012). Dedy Kusdinar diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mantan Menpora Andi Mallarangeng dalam kasus Hambalang.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, Deddy Kusdinar, mengaku pernah bertemu Jenderal Sutarman saat menjabat Kepala Polda Metro Jaya. Namun, dia membantah kesaksian Sylvia Sholeha atau Bu Pur yang mengatakan bahwa pertemuan itu untuk meminta bantuan pengamanan demonstrasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Keliru beliau (Bu Pur). Jadi waktu itu Pak Tarman baru dua minggu jadi Kapolda, ada Bu Pur ngasih selamat. Itu aja, enggak ada apa-apa," kata Deddy seusai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora ini mengaku saat itu tak sengaja bertemu Bu Pur dan sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Widodo Wisnu Sayoko. Deddy datang ke Polda Metro untuk menyelesaikan masalah lain.

Menurut Deddy, Bu Pur dan Widodo sudah berada lebih dulu di ruangan Sutarman. "Saya dipanggil. Widodo bilang ke saya, kita gabung, yuk. Begitu," kata Deddy. Deddy sendiri mengaku tak tahu apa yang dibicarakan antara Bu Pur, Widodo, dan Sutarman sebelum dia datang.

Sementara itu, kesaksian Bu Pur sebelumnya menyatakan bahwa pertemuan itu untuk meminta pengamanan demonstrasi di Kemenpora karena ada ancaman dari LSM. Bu Pur mengaku dimintai tolong oleh Widodo.

Bu Pur kemudian menemui Sutarman dan untuk kali pertama mengenal Deddy, di Polda Metro Jaya. Bu Pur juga mengaku tak tahu hubungan Widodo dengan Kemenpora sehingga meminta tolong soal pengamanan demonstrasi. Menurut Bu Pur, setelah pertemuan itu, Sutarman yang saat ini menjabat Kepala Polri mengatakan untuk segera mengirimkan anggotanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Nasional
KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

Nasional
Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Nasional
Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Nasional
Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Nasional
Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Nasional
Hormati Hukum, Partai Golkar Prihatin Kasus Korupsi Menjerat Dodi Alex Noerdin

Hormati Hukum, Partai Golkar Prihatin Kasus Korupsi Menjerat Dodi Alex Noerdin

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jokowi Malu Buka Investasi Tak Direspons | Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka KPK

[POPULER NASIONAL] Jokowi Malu Buka Investasi Tak Direspons | Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka KPK

Nasional
Dirgahayu Korps Paskhas TNI AU, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana

Dirgahayu Korps Paskhas TNI AU, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana

Nasional
Ingin Konsolidasi, Golkar Bersedia Rangkul Tokoh Politik yang Juga Mantan Kader

Ingin Konsolidasi, Golkar Bersedia Rangkul Tokoh Politik yang Juga Mantan Kader

Nasional
Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Nasional
Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3R untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3R untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.