Konflik Libya Masuk Agenda Rakernas PBNU

Kompas.com - 26/03/2011, 23:10 WIB
EditorNasru Alam Aziz

BANTUL, KOMPAS.com — Situasi di Libya yang semakin memanas karena masuknya negara-negara koalisi menjadi salah satu agenda yang akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Ponpes Al Munawwir, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (27/3/2011). Perlakuan terhadap kelompok minoritas juga akan dibahas.

Rakernas yang dihadiri sekitar 200 peserta itu akan dibuka pukul 10.00, dilanjutkan dengan sidang-sidang komisi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengemukakan, dalam sidang komisi antara lain akan dibahas persoalan kebangsaan, kemasyarakatan, dan masalah global yang mendesak untuk dicermati secara bersama-sama.

"Isu-isu strategis seperti masalah politik, kebudayaan, dekadensi ekonomi politik, perekonomian, sosial, kesejahteraan rakyat, persoalan multikultural, dan minoritas akan dibicarakan secara tuntas menurut sudut pandang NU," tutur Said Aqil, Sabtu (26/3/2011) di Bantul.

Menyikapi situasi di Libya yang saat ini masih bergejolak, Said Aqil berharap Indonesia bisa ikut berperan menjadi penengah untuk menyelamatkan bangsa Libya. Pasalnya, menurut Said Aqil, Khadafy adalah seorang pemimpin yang tidak disukai oleh sesama pemimpin Arab. Kondisi ini pun dimanfaatkan negara-negara Barat untuk menghancurkan pemerintahan Khadafy. "Akan tetapi, untuk mengalahkan Khadafy menurut saya tidak segampang mengalahkan Saddam Husein karena negara tetangganya semua musuh, sedangkan Libya sebelah selatannya semua simpatisan Khadafy," papar Said Aqil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Diminta Batalkan Revisi Statuta UI karena Bertentangan dengan UU

Jokowi Diminta Batalkan Revisi Statuta UI karena Bertentangan dengan UU

Nasional
Aksi Laser ke Gedung Merah Putih KPK Dinilai sebagai Bentuk Partisipasi Masyarakat

Aksi Laser ke Gedung Merah Putih KPK Dinilai sebagai Bentuk Partisipasi Masyarakat

Nasional
Ramai Rangkap Jabatan Rektor, Pengamat Nilai untuk Lemahkan Kritik Kampus ke Pemerintah

Ramai Rangkap Jabatan Rektor, Pengamat Nilai untuk Lemahkan Kritik Kampus ke Pemerintah

Nasional
Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Panglima TNI: Tempat Isolasi Terpusat Bentuk Antisipasi Terburuk yang Dialami Pasien Covid-19

Panglima TNI: Tempat Isolasi Terpusat Bentuk Antisipasi Terburuk yang Dialami Pasien Covid-19

Nasional
Ditentukan Hari Ini, Rencana Pelonggaran PPKM Level 4 Dinilai Belum Tepat Dilakukan

Ditentukan Hari Ini, Rencana Pelonggaran PPKM Level 4 Dinilai Belum Tepat Dilakukan

Nasional
Tak Ada Perusakan, Laporan KPK ke Polisi soal Laser ke Gedung Merah Putih Dinilai Janggal

Tak Ada Perusakan, Laporan KPK ke Polisi soal Laser ke Gedung Merah Putih Dinilai Janggal

Nasional
Risma Marah Saat Cek Bansos di Tuban: Bantuan Tiga Bulan Kenapa Hanya Dicairkan Dua Bulan?

Risma Marah Saat Cek Bansos di Tuban: Bantuan Tiga Bulan Kenapa Hanya Dicairkan Dua Bulan?

Nasional
Pemkot Jaktim Gencarkan Pembuatan Sumur Resapan, 1.000 Titik Ditargetkan Rampung Akhir November

Pemkot Jaktim Gencarkan Pembuatan Sumur Resapan, 1.000 Titik Ditargetkan Rampung Akhir November

Nasional
UPDATE: Tambah 6 di Iran, Total 5.444 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 6 di Iran, Total 5.444 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Panglima TNI Sebut Alat Kesehatan Disiapkan di Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19

Panglima TNI Sebut Alat Kesehatan Disiapkan di Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19

Nasional
Bantu Indonesia, India Beri 300 Konsentrator dan 100 Metrik Ton Oksigen Cair

Bantu Indonesia, India Beri 300 Konsentrator dan 100 Metrik Ton Oksigen Cair

Nasional
Rencana Pelonggaran PPKM di Tengah Tingginya Kasus Covid-19 dan Angka Kematian...

Rencana Pelonggaran PPKM di Tengah Tingginya Kasus Covid-19 dan Angka Kematian...

Nasional
Aksi Laser ke Gedung Merah Putih Dinilai Tak Bisa Dipidanakan

Aksi Laser ke Gedung Merah Putih Dinilai Tak Bisa Dipidanakan

Nasional
Jokowi: Rumah Oksigen Gotong Royong di Jaktim Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Jokowi: Rumah Oksigen Gotong Royong di Jaktim Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X