Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Caleg Diminta Prioritaskan Pendidikan

Kompas.com - 27/02/2009, 19:00 WIB

JAKARTA, JUMAT- Jika terpilih nanti, para calon anggota legislatif diharapkan mampu mendorong perubahan paradigma pembangunan terkait dengan pendidikan. Selama ini, pemerintah masih memandang ekonomi sebagai lokomotif pembangunan. Sedangkan pendidikan dilihat sebelah mata sebagai penggerak pembangunan.

Demikian dikemukakan pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta Mukhlis Ludin dalam diskusi publik bertajuk Menakar Komitmen Partai Politik dan Calon Legislatif untuk Memperbaiki Pendidikan yang diselenggarakan Education Forum.

Mukhlis melihat persoalan pendidikan pada tataran makro disebabkan kepemimpinan yang lemah komitmennya terhadap pendidikan. Pendidikan dianggap tidak dapat menjadi lokomotif pembangunan. Seolah-olah lokomotif pembangunan itu hanya perekonomian.

"Apakah pernah dipikirkan oleh para calon anggota legislatif untuk mengubah paradigma tersebut?" tanya Mukhlis.

Di banyak negara, pendidikan mampu menjadi motor pembangunan. Pembangunan sumber daya manusia kemudian ikut mendorong kinerja industri dan perekonomian. Pendidikan juga merupakan penjaga peradaban.   

Perubahan paradigma tersebut merupakan persoalan strategis yang dapat membawa bangsa ini keluar dari kotak kemuraman kualitas sumber daya manusia. "Kita sudah tahu ada yang keliru. Tetapi, tetap hiruk pikuk di dalam kotak bukannya mencoba keluar," ujarnya.

Dengan perubahan paradigma tersebut prioritas kemudian ditentukan. Selama ini, pembicaraan mengenai pendidikan lebih banyak berhenti pada tataran gagasan. Di lapangan, kondisi tidak banyak berubah mulai dari persoalan rendahnya kualitas guru, infrastruktur pendidikan tidak memadai, dan terbatasnya akses.

"Kalau ada satu fokus saja yang dengan sungguh-sungguh dilaksanakan, wajah pendidikan di tanah air akan berangsur berubah," ujarnya.

Agar dapat fokus dalam pembangunan pendidikan tersebut harus jelas cetak biru, arah, dan tujuan pendidikan. Di beberapa negara, pendidikan dalam tataran praktis ditujukan untuk membangun kelas menengah yang kuat agar dapat menopang pembangunan ekonomi.

Dengan tujuan seperti itu, struktur kelas menengah dikendalikan dengan sangat hati-hati, misalnya, dihitung mulai jumlah dokter, insinyur, guru, ekonom, dan sumber daya manusia lainnya. Dengan adanya desain tersebut maka seluruh energi di arahkan ke sana.

Direktur Institute of Education Reform Universitas Paramadina, Utomo Dananjaya, mengatakan, yang terjadi di dunia pendidikan sekarang adalah kesenjangan antara idealisme dan praktik di lapangan.

Untuk mempersempit jurang tersebut tidak dapat sembarangan. Ada filsafat, teori, dan ideologi pendidikan yang harus dipikrikan. Para pakar dapat berdebat soal ketiga hal tersebut, namun konstitusi dalam kehidupan bernegara tidak bisa diperdebatkan.

"Itulah pegangan dalam hidup berbangsa dan bernegara yang telah disepakati," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Nasional
[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | 'Crazy Rich' di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | "Crazy Rich" di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

Nasional
Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Nasional
Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Nasional
Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Nasional
Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Nasional
Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Nasional
Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Nasional
Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Nasional
Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Nasional
Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Nasional
Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Nasional
KIP: Indeks Keterbukaan Informasi Publik Kita Sedang-sedang Saja

KIP: Indeks Keterbukaan Informasi Publik Kita Sedang-sedang Saja

Nasional
Digelar di Bali Selama 8 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan World Water Forum 2024

Digelar di Bali Selama 8 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan World Water Forum 2024

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com