Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surya Paloh Targetkan Perolehan Kursi Nasdem di Pemilu 2024 Naik 100 Persen

Kompas.com - 18/10/2022, 10:26 WIB
Tatang Guritno,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh meminta kadernya fokus untuk meraih target kemenangan Pemilu 2024.

Ia meminta para kader dan mesin partai lainnya bekerja keras untuk meningkatkan perolehan kursi Parlemen baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Strategi political engineering yang kita lakukan untuk kesiapan pada Pemilu 2024 yang akan datang dan mempunyai ambisi meningkatkan 100 persen jumlah kursi,” papar Paloh saat peluncuran program Nasdem Memanggil di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Senin (17/10/2022).

Baca juga: Nasdem Anggap Sikap PDI-P Itu Sikap Puan Saat Temui Surya Paloh

Ia tak ingin tren positif perolehan susra pada Pemilu 2014 dan 2019 terhenti.

Paloh mengklaim Partai Nasdem menjadi partai politik (parpol) paling progresif kenaikan perolehan suaranya ketimbang parpol lain dari Pemilu 2014 ke Pemilu 2019.

“Pada tahun 2019, dari 36 kursi (Parlemen perolehan Pemilu 2014), menjadi 59 kursi. Kita sekarang mempersiapkan konsolidasi barisan untuk siap-siap menghadapi Pemilu 2024,” jelasnya.

Maka ia meminta para kadernya tak gentar menghadapi berbagai serangan politik.

Baca juga: Klaim Nasdem Satu-satunya Parpol yang Dukung Jokowi Naikkan Harga BBM, Surya Paloh: Bodoh atau Loyal?

Paloh menyadari ada sejumlah pihak yang berupaya menjegal langkah Partai Nasdem jelang Pemilu 2024.

Hal itu merupakan imbas keputusan partai untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).

“Saya sudah mengingatkan kita semua, tidak semuanya perjalanan yang kita harapkan itu berjalan secara mulus,” ungkapnya.

“Tapi saudara-saudara itulah Partai Nasdem, sekali layar terkembang, surut kita untuk pulang,” imbuh dia.

Baca juga: Surya Paloh: Ada yang Mempertanyakan Eksistensi Nasdem sebagai Partai Nasionalis

Diketahui Partai Nasdem saat ini tengah menjajaki pembentukan koalisi dengan dua parpol oposisi pemerintah yakni Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tanpa koalisi, Partai Nasdem tak bisa mengusung capres-cawapresnya mengikuti Pilpres 2024.

Sebab Partai Nasdem tak memenuhi ambang batas pencalonan presiden yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017.

Disebutkan parpol atau gabungan parpol bisa mengusung capres-cawapres jika memiliki 20 persen kursi DPR RI atau 25 persen dari total suara pemilu sebelumnya.

Baca juga: Usung Anies Jadi Capres, Surya Paloh: Ada yang Mengatakan, Betapa Bodohnya Nasdem

Berdasarkan hasil Pemilu 2019, Partai Nasdem berada di peringkat keempat dengan total 59 kursi di Parlemen dan 12,6 juta suara sah nasional atau setara 9,05 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kuasa Hukum Caleg Jawab 'Siap' Terus, Hakim MK: Kayak Latihan Tentara, Santai Saja...

Kuasa Hukum Caleg Jawab "Siap" Terus, Hakim MK: Kayak Latihan Tentara, Santai Saja...

Nasional
Heboh Brigadir RAT Jadi Pengawal Bos Tambang, Anggota DPR: Tak Mungkin Atasan Tidak Tahu, Kecuali...

Heboh Brigadir RAT Jadi Pengawal Bos Tambang, Anggota DPR: Tak Mungkin Atasan Tidak Tahu, Kecuali...

Nasional
Geledah Setjen DPR dan Rumah Tersangka, KPK Amankan Dokumen Proyek hingga Data Transfer

Geledah Setjen DPR dan Rumah Tersangka, KPK Amankan Dokumen Proyek hingga Data Transfer

Nasional
Ditegur MK Tak Serius Ikuti Sidang, KPU Mengaku Punya Banyak Agenda

Ditegur MK Tak Serius Ikuti Sidang, KPU Mengaku Punya Banyak Agenda

Nasional
Korlantas Sebut Pelat Khusus “ZZ” Terhindar Ganjil-Genap Jika Dikawal

Korlantas Sebut Pelat Khusus “ZZ” Terhindar Ganjil-Genap Jika Dikawal

Nasional
Polri Bentuk 10 Satgas Pengamanan untuk World Water Forum Ke-10 di Bali

Polri Bentuk 10 Satgas Pengamanan untuk World Water Forum Ke-10 di Bali

Nasional
Nurul Ghufron Sengaja Absen Sidang Etik di Dewas KPK, Beralasan Sedang Gugat Aturan ke MA

Nurul Ghufron Sengaja Absen Sidang Etik di Dewas KPK, Beralasan Sedang Gugat Aturan ke MA

Nasional
Korlantas Polri Ungkap Jasa Pemalsuan Pelat Khusus “ZZ”, Tarifnya Rp 55-100 Juta

Korlantas Polri Ungkap Jasa Pemalsuan Pelat Khusus “ZZ”, Tarifnya Rp 55-100 Juta

Nasional
Absen di Pembubaran Timnas Anies-Muhaimin, Surya Paloh: Terus Terang, Saya Enggak Tahu

Absen di Pembubaran Timnas Anies-Muhaimin, Surya Paloh: Terus Terang, Saya Enggak Tahu

Nasional
KPU Mulai Tetapkan Kursi DPRD, Parpol Sudah Bisa Berhitung Soal Pencalonan di Pilkada

KPU Mulai Tetapkan Kursi DPRD, Parpol Sudah Bisa Berhitung Soal Pencalonan di Pilkada

Nasional
PKB Jajaki Pembentukan Koalisi untuk Tandingi Khofifah di Jatim

PKB Jajaki Pembentukan Koalisi untuk Tandingi Khofifah di Jatim

Nasional
PKB Bilang Sudah Punya Figur untuk Tandingi Khofifah, Pastikan Bukan Cak Imin

PKB Bilang Sudah Punya Figur untuk Tandingi Khofifah, Pastikan Bukan Cak Imin

Nasional
KPK Sita Gedung Kantor DPD Nasdem Milik Bupati Nonaktif Labuhan Batu

KPK Sita Gedung Kantor DPD Nasdem Milik Bupati Nonaktif Labuhan Batu

Nasional
MA Kuatkan Vonis 5 Tahun Penjara Angin Prayitno Aji

MA Kuatkan Vonis 5 Tahun Penjara Angin Prayitno Aji

Nasional
Soal Jokowi Jadi Tembok Tebal antara Prabowo-Megawati, Sekjen PDI-P: Arah Politik Partai Ranah Ketua Umum

Soal Jokowi Jadi Tembok Tebal antara Prabowo-Megawati, Sekjen PDI-P: Arah Politik Partai Ranah Ketua Umum

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com