Ini Kronologi Penembakan Mobil Isi Satu Keluarga oleh Polisi di Sumsel - Kompas.com

Ini Kronologi Penembakan Mobil Isi Satu Keluarga oleh Polisi di Sumsel

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 19/04/2017, 11:57 WIB
Shutterstock Ilustrasi penembakan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penembakan mobil berisi satu keluarga di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, oleh polisi disebabkan kendaraan terus melaju saat ada razia cipta kondisi oleh gabungan jajaran Polres Lubuk Linggau dan Polsek Timur I Kota Lubuk Linggau.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, sebelumnya sudah ada peringatan agar petugas yang merazia tidak dilengkapi dengan senjata.

"Kapolsek Timur I Kota Lubuk Linggau AKP M. Ismail sudah memberikan pengarahan dalam pelaksanaan razia cipta kondisi untuk tidak menggunakan senjata api," ujar Rikwanto di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Ismail berjaga di pertigaan Jalan Fatmawati Kecamatan Lubuk Linggau Timur I bersama Kepala Unit Pemgamanan Objek Vital Satuan Sabhara Polres Lubuk Linggau, Ipda Fransisko Yosef.

Sekira pukul 11.30 WIB, mobil Honda City hitam bernomor polisi BG 1488 ON melintas di jalanan tersebut. Mobil itu berisi satu keluarga beranggotakan delapan orang.

Mereka hendak menuju Muara Beliti untuk menghadiri pernikahan keluarga. Belakangan diketahui berdasarkan pengecekan di samsat, nomor polisi itu tidak terdaftar.

"Ketika hendak diberhentikan, mobil tersebut tidak mau berhenti dan mencoba menabrak anggota yang sedang melakukan razia," kata Rikwanto.

Melihat gelagat tersebut, anggota berinisiatif untuk mengejar mobil itu. Setibanya di Jalan SMB II Kelurahan Margamulya, salah satu anggota Polres Lubuk Linggau yang mengejar, menembaki mobil tersebut sebanyak 10 kali.

Setelah itu, mobil tersebut berhenti. Tembakan itu mengakibatkan lima penumpang terluka dan satu orang meninggal dunia.

Korban bernama Surini (55), meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.

Sementara itu, beberapa anaknya mengalami luka tembak, Diki (29) di bagian punggung, Indra (32) di tangan bagian kiri, Novianti (31) di lengan sebelah kanan dan Dewi Erlina (35) di lengan sebelah kiri.

Cucu Surini, Genta Wicaksono (3) mengalami luka di atas telinga sebelah kiri karena diduga terserempet peluru. Seorang anak lainnya, Galih (6), tidak mengalami luka.

Kasus penembakan satu keluarga tersebut telah ditangani kepolisian Lubuk Linggau. Para korban dibawa ke RS Sobirin untuk mendapat perawatan.

"Saat ini sedang dilakukan pendalaman terhadap peristiwanya," kata Rikwanto.

PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorSandro Gatra
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM