Kamis, 23 Oktober 2014

News / Nasional

Kontras Sesalkan RI-Korea Tak Bahas Isu HAM

Rabu, 16 Mei 2012 | 06:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menyesalkan pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK) Kim Yong Nam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/5/2012), tak menghasilkan rekomendasi konkret atas permasalahan hak asasi manusia (HAM) di Korut.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, ketika ditanya wartawan di Kantor Presiden, hanya menyampaikan posisi tegas Indonesia terhadap kondisi HAM di Korut.

"Namun, posisi tegas tersebut tidak diikuti dengan tindakan nyata yang semestinya diambil dari dialog ini. Pemerintah Indonesia seharusnya sadar bahwa ada situasi yang mendesak dalam soal kondisi kemanusiaan di Korut," kata Haris.

Menurut Haris, Indonesia, yang juga anggota Dewan HAM PBB, sudah sepatutnya menekankan pentingnya soal kemajuan HAM di Korut. Pada pertemuan bilateral, kedua pemimpin negara membahas peningkatan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, budaya, hingga olahraga.

Kedua pemimpin negara juga membahas perkembangan di Semenanjung Korea. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, masalah di Semenanjung Korea perlu dapat diselesaikan melalui dialog. Kesalahpahaman terkait penyelesaian konflik di Semenanjung Korea perlu dihindari.


Penulis: Hindra Liauw
Editor : I Made Asdhiana