Sabtu, 19 April 2014

News / Nasional

Ini Alasan SBY Pilih Endang Sedyaningsih

Kamis, 3 Mei 2012 | 11:53 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Endang Rahayu Sedyaningsih, mantan Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu II yang meninggal akibat kanker paru-paru, Selasa (2/5/2012), adalah sosok yang berdedikasi tinggi, setia, dan tulus mengabdi pada dunia kesehatan Indonesia. Kerja keras, pengabdian, loyalitas, dan tanggung jawab yang tinggi adalah napas keseharian almarhumah.

"Atas kapabilitas, dedikasi, pengabdian, dan loyalitasnya itulah, dalam Kabinet Indonesia Bersatu Kedua, sejak tanggal 22 Oktober 2009, saya memberikan kepercayaan kepada almarhumah untuk menjabat sebagai Menteri Kesehatan," kata Presiden ketika menjadi inspektur upacara pemakaman almarhumah Endang di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/5/2012).

Kepala Negara pun menceritakan ketika almarhumah mendampinginya melakukan Safari Ramadhan 2011 ke berbagai tempat di Pulau Jawa. Endang tetap mendampingi Presiden menyapa rakyat selama berhari-hari tanpa jeda.

"Wujud dari tanggung jawabnya yang tinggi tetap ditunjukkan almarhumah hingga menjelang akhir hayatnya. Meskipun satu tahun terakhir ini almarhumah telah berjuang untuk mengatasi penyakitnya, namun sama sekali tidak mengurangi semangat, ketekunan, dan kerja kerasnya, termasuk melakukan kunjungan ke daerah-daerah dan bertemu rakyat," kata Presiden.

Menurut Presiden, selama menjabat sebagai Menteri Kesehatan, almarhumah banyak menggagas program pembangunan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Endang memimpin langsung program reformasi kesehatan yang ditujukan untuk mengatasi penyakit menular, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mengurangi persentasi gizi buruk di seluruh pelosok Tanah Air.

"Reformasi kesehatan yang dipimpinnya adalah bagian dari visi besar almarhumah bagi pemenuhan tujuan pembangunan milenium (Millenium Development Goals) 2015, melalui peningkatan derajat kesehatan seluruh masyarakat," kata Presiden.

Presiden juga sempat menjelaskan riwayat hidup almarhumah. Seusai menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, almarhumah memulai kariernya sebagai dokter di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, pada akhir tahun 1970-an. Endang juga sempat mejadi Kepala Puskesmas di Waipare, Nusa Tenggara Timur, selama beberapa tahun.

Pada tahun 1992, Endang menempuh pendidikan pascasarjana di Amerika Serikat. Ketika kembali ke Tanah Air, almarhumah diangkat menjadi peneliti senior di Kementerian Kesehatan. Setelah meraih gelar doktor kesehatan masyarakat pada tahun 1997, Endang semakin mendedikasikan diri sebagai pejabat struktural di Kementerian Kesehatan.

"Almarhumah juga pernah dipercaya oleh Pemerintah RI untuk mewakili Indonesia pada lembaga internasional WHO pada tahun 2001," kata Presiden.


Penulis: Hindra Liu
Editor : Hertanto Soebijoto