Senin, 27 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 27 Mei 2013 | 09:55 WIB
Wartamerta
Widjajono Ingin Promosikan Tambora
Penulis : Samuel Oktora | Minggu, 22 April 2012 | 10:22 WIB
|
Share:
Widjajono Ingin Promosikan Tambora KOMPAS.com/MARIA NATALIAJenazah Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo baru tiba di kediamannya di Jakarta Selatan, dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Sabtu (21/4/2012) sekitar pukul 22.30 WIB. Kini jenazahnya diletakkan di ruang tengah rumah tersebut.

BIMA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo yang meninggal dalam pendakian ke puncak Gunung Tambora, Sabtu kemarin, sebenarnya ingin mempromosikan gunung api ini ke tingkat dunia.

Beliau dalam pendakian juga sempat menyatakan hasratnya untuk menaklukkan puncak Tambora.

"Beliau memang suka mendaki gunung dan tujuan beliau mendaki Gunung Tambora ingin mempromosikan gunung ini ke tingkat dunia sebagai obyek geowisata unggulan. Beliau dalam pendakian juga sempat menyatakan hasratnya untuk menaklukkan puncak Tambora," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bima Ilham Sabil, Sabtu (21/4/2012), di Bima.

Ilham bersama sejumlah anggota staf Distamben Bima dan beberapa orang dari jajaran Pemerintah Kabupaten Dompu turut menemani Widjajono mendaki Gunung Tambora. Rombongan yang naik ke puncak keseluruhannya sekitar 20 orang.

Ilham turut pula menjemput Widjajono ketika tiba di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahudin Bima, Jumat lalu, sekaligus langsung mendampingi ke Dompu hingga menuju puncak Tambora. Ilham menduga Widjajono meninggal karena kelelahan sebab sejak Jumat siang Widjajono bersama rombongan langsung mendaki dan menginap di pos III, pukul 21.00 wita.

Widjajono, Sabtu sekitar pukul 04.00, kembali bergerak menuju puncak hingga jatuh pingsan sebelum tiba di puncak gunung.

"Beliau mungkin meninggal karena sangat kelelahan. Sekitar pukul 07.30 beliau sempat beberapa kali beristirahat dan diberi minum. Namun, saat melanjutkan pendakian, kemudian semaput, tak sadarkan diri, sekitar pukul 09.30. Mungkin beliau sudah meninggal waktu itu," kata Ilham.

Editor :
Marcus Suprihadi