Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sandiaga Datangi Rumah Prabowo Hari Pertama Lebaran, Gerindra: Gestur Rekonsiliasi

Kompas.com - 11/04/2024, 16:00 WIB
Tatang Guritno,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan kedatangan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Uno ke kediaman calon presiden (capres) pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 Prabowo Subianto sarat dengan makna politik.

Menurut dia, kedatangan Sandiaga tidak bisa dipandang hanya sekedar silaturahim Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Enggak mungkin orang datang tanpa bisa kita stop makna gestur politik yang muncul, yaitu keinginan rekonsiliasi,” ujar Habiburokhman di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2024).

Dia pun menyebutkan bahwa saat ini rekonsiliasi antar elite politik harus segera dilakukan untuk membangun pemerintahan ke depan yang optimal.

Baca juga: Malam Idul Fitri, Sandiaga Uno Sambangi Rumah Prabowo

Apalagi, Habiburokhman mengklaim bahwa masyarakat juga sudah move on dari kontestasi elektoral atau pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Pemilu ya pemilu, kontestasi ya kontestasi, selesai, ya lima tahun lagi kalau mau kita kontestasi lagi,” katanya.

Selain itu, Habiburokhman meyakini bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan mengabulkan gugatan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan kubu Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo.

Menurut dia, keterangan empat orang menteri di Kabinet Indonesia Maju telah menunjukkan fakta bahwa tuduhan-tuduhan pemerintah melakukan intervensi untuk memenangkan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 terbantahkan.

Baca juga: Prabowo Kembali Bertemu Jokowi, Gerindra Sebut agar Proses Rekonsiliasi Cepat Terwujud

Habiburokhman mengungkapkan, situasi itu membuat rekonsiliasi akan cepat terwujud dan masyarakat tidak larut dalam perpecahan.

“Jadi move on-nya kita jauh lebih cepat dari pada tahun 2019,” ujarnya.

Diketahui, Sandiaga Uno mendatangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada Rabu (10/4/2024) malam.

Dia mengaku hanya bersilaturahim di Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Sandiaga pun mengklaim tidak membicarakan urusan politik dengan Prabowo.

Pada Pilpres 2024, PPP merupakan partai yang mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD bersama dengan PDI-P, Partai Hanura, dan Perindo.

Baca juga: PPP Siapkan Tugas Baru untuk Sandiaga Uno Setelah Bappilu Dibubarkan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Draf Revisi UU Polri: Perpanjangan Usia Pensiun Jenderal Polisi Ditetapkan dengan Keputusan Presiden

Draf Revisi UU Polri: Perpanjangan Usia Pensiun Jenderal Polisi Ditetapkan dengan Keputusan Presiden

Nasional
Bayar Cicilan Apartemen Biduanita Nayunda, SYL: Saya Merasa Berutang Budi

Bayar Cicilan Apartemen Biduanita Nayunda, SYL: Saya Merasa Berutang Budi

Nasional
Kehadirannya Sempat Buat Ricuh di MK, Seorang Saksi Mengaku Tambah Ratusan Suara PAN di Kalsel

Kehadirannya Sempat Buat Ricuh di MK, Seorang Saksi Mengaku Tambah Ratusan Suara PAN di Kalsel

Nasional
Gerindra: Negara Rugi jika TNI-Polri Pensiun di Usia 58 Tahun

Gerindra: Negara Rugi jika TNI-Polri Pensiun di Usia 58 Tahun

Nasional
Kemenkominfo Galang Kolaborasi di Pekanbaru, Jawab Tantangan Keberagaman untuk Kemajuan Bangsa

Kemenkominfo Galang Kolaborasi di Pekanbaru, Jawab Tantangan Keberagaman untuk Kemajuan Bangsa

Nasional
Pegawai Setjen DPR Antusias Donor Darah, 250 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Pegawai Setjen DPR Antusias Donor Darah, 250 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Nasional
Kasus Timah, Kejagung Tahan Eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM

Kasus Timah, Kejagung Tahan Eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM

Nasional
Soal Putusan Sela Gazalba, Kejagung: Perkara Belum Inkrah, Lihat Perkembangannya

Soal Putusan Sela Gazalba, Kejagung: Perkara Belum Inkrah, Lihat Perkembangannya

Nasional
Berhaji Tanpa Visa Haji, 24 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi

Berhaji Tanpa Visa Haji, 24 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi

Nasional
Enggan Beberkan Motif Anggota Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung: Intinya Itu Terjadi

Enggan Beberkan Motif Anggota Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung: Intinya Itu Terjadi

Nasional
Pengusaha RBS Pernah Jadi Saksi Kasus Timah, Akan Jadi Tersangka?

Pengusaha RBS Pernah Jadi Saksi Kasus Timah, Akan Jadi Tersangka?

Nasional
Tolak Konsep Panti Jompo, Risma: Tidak Sesuai Budaya Kita

Tolak Konsep Panti Jompo, Risma: Tidak Sesuai Budaya Kita

Nasional
MNEK 2025 Bali, TNI AL Akan Ajak Negara Peserta Lakukan Penghormatan ke KRI Nanggala

MNEK 2025 Bali, TNI AL Akan Ajak Negara Peserta Lakukan Penghormatan ke KRI Nanggala

Nasional
Draf RUU TNI: Prajurit Bisa Duduki Jabatan Sipil Sesuai Kebijakan Presiden

Draf RUU TNI: Prajurit Bisa Duduki Jabatan Sipil Sesuai Kebijakan Presiden

Nasional
Biduan Nayunda Minta SYL Bayar Cicilan Apartemennya, Diberi Pakai Uang Pribadi

Biduan Nayunda Minta SYL Bayar Cicilan Apartemennya, Diberi Pakai Uang Pribadi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com