Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Deretan Menteri Jokowi yang Berpeluang Lolos ke Senayan

Kompas.com - 18/03/2024, 16:23 WIB
Achmad Nasrudin Yahya

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yang terjun dalam gelanggang perebutan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) diprediksi akan lolos ke Senayan.

Perolehan suara para pembantu Presiden Joko Widodo ini bahkan masuk dalam jajaran sepuluh peraih suara terbanyak. Hal ini membuat mereka berpeluang besar melenggang ke parlemen.

Namun demikian, terdapat pembantu Jokowi yang kemungkinan besar gagal meraih kursi DPR RI.

Berikut jajaran menteri yang berpeluang lolos menjadi anggota DPR RI:

1. Yasonna H Laoly

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonnya H Laoly berpeluang besar lolos menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029.

Yasonna yang maju lewat PDI Perjuangan (PDI-P) bertarung di daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara I.

Baca juga: Eks Danjen Kopassus Soenarko Pimpin Demo di Depan KPU, Kritik Pilpres 2024

Dikutip dari Kompas.id, Yasonna meraih 83.045 suara. Capaian ini menempatkan Yasonna dalam peringkat kesembilan calon anggota legislatif (caleg) peraih suara terbanyak di dapil yang meliputi Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi.

2. Ida Fauziyah

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah turut maju menjadi caleg DPR RI melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ida terjun di dapil DKI Jakarta II dengan raihan 60.180 suara.

Perolehan tersebut mengantarkan Ida berada di urutan keempat caleh peraih suara terbanyak di dapil yang meliputi wilayah Kota Jakarta Selatan dan luar negeri tersebut.

Baca juga: Hasil Rekapitulasi KPU: PDI-P Raih Suara Terbanyak di Papua Tengah

Akan tetapi, raihan dan posisi Ida bisa saja berubah lantara hasil pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur, Malaysia, belum direkap oleh KPU.

3. Abdul Halim Iskandar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar turut maju menjadi caleg DPR RI melalui PKB.

Ia bertarung di dapil Jawa Timur VIII yang mencakup wilayah Mojokerto, Jombang, Nganjuk, dan Madiun. Adapun Abdul Halim meraup 107.011 suara.

Potensi gagal lolos:

1. Dito Ariotedjo

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo yang terjun di dapil DKI Jakarta I lewat Partai Golkar kemungkinan besar tidak lolos menjadi anggota DPR RI.

Dito tercatat berada di posisi terakhir dalam sepuluh jajaran peraih suara terbanyak di dapil DKI Jakarta I. Ia meraih 55.560 suara. Di dapil ini, kursi DPR RI yang diperebutkan hanya enam kursi.

Di dapil yang meliputi wilayah Kota Jakarta Timur itu, Dito bertarung memperebutkan suara dengan para senior legislator yang namanya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat.

Baca juga: Hasil Rekapitulasi KPU: Prabowo-Gibran Menang di Papua Tengah

Sebut saja Mardani Ali Sera, caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meraih suara terbanyak di dapil DKI Jakarta I.

Lalu ada caleg petahana lain, Habiburrokhman dari Partai Gerindra, Putra Nababan dari PDI-P, Eko Hendro Purnomo dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Ahmad Ali dari Partai Nasdem.

2. Angela Tanoesoedibjo

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo terancam gagal lolos ke parlemen.

Maju di dapil Jawa Timur I, Angela meraih 36.018 suara. Angela terancam gagal lolos lantaran partai politik pengusungnya, Partai Perindro, diperkirakan tidak lolos ambang batas parlemen 4 persen.

3. Jerry Sambuaga

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga yang maju menjadi caleg juga terancam gagal lolos ke Senayan.

Turun di dapil Sulawesi Utara, Jerry mendapatkan 82.405 suara. Tetapi, raihannya belum bisa menggeser perolehan Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara Christiany Eugenia Paruntu yang meraih 88.520 suara.

Adapun raihan suara tinggi tak menjadi penentu mereka bisa lolos menjadi anggota DPR RI. Mengingat, ada syarat partai politik harus lolos ambang batas 4 persen.

Selain itu, juga perhitungan konversi suara menjadi kursi yang ditentukan dengan menggunakan metode Sainte Lague.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Dewas KPK Tetap Bacakan Putusan Sidang Etik Nurul Ghufron Hari Ini

Dewas KPK Tetap Bacakan Putusan Sidang Etik Nurul Ghufron Hari Ini

Nasional
Sukseskan WWF 2024, Pertamina Group Paparkan Aksi Dukung Keberlanjutan Air Bersih

Sukseskan WWF 2024, Pertamina Group Paparkan Aksi Dukung Keberlanjutan Air Bersih

Nasional
ICW Dorong Dewas KPK Tetap Bacakan Putusan Kasus Nurul Ghufron, Sebut Putusan Sela PTUN Bermasalah

ICW Dorong Dewas KPK Tetap Bacakan Putusan Kasus Nurul Ghufron, Sebut Putusan Sela PTUN Bermasalah

Nasional
Anies Dinilai Sulit Cari Partai yang Mau Mengusungnya sebagai Cagub DKI Jakarta

Anies Dinilai Sulit Cari Partai yang Mau Mengusungnya sebagai Cagub DKI Jakarta

Nasional
PAN Klaim Dapat Jatah 4 Menteri, Zulkifli hingga Viva Yoga Mauladi

PAN Klaim Dapat Jatah 4 Menteri, Zulkifli hingga Viva Yoga Mauladi

Nasional
SYL Klaim Tak Pernah 'Cawe-cawe' soal Teknis Perjalanan Dinas

SYL Klaim Tak Pernah "Cawe-cawe" soal Teknis Perjalanan Dinas

Nasional
Ribut dengan Dewas KPK, Nurul Ghufron: Konflik Itu Bukan Saya yang Menghendaki

Ribut dengan Dewas KPK, Nurul Ghufron: Konflik Itu Bukan Saya yang Menghendaki

Nasional
Kemenag Kecewa 47,5 Persen Penerbangan Haji yang Gunakan Garuda Indonesia Alami Keterlambatan

Kemenag Kecewa 47,5 Persen Penerbangan Haji yang Gunakan Garuda Indonesia Alami Keterlambatan

Nasional
Klarifikasi Korps Marinir soal Kematian Lettu Eko, Akui Awalnya Tak Jujur demi Jaga Marwah

Klarifikasi Korps Marinir soal Kematian Lettu Eko, Akui Awalnya Tak Jujur demi Jaga Marwah

Nasional
Anies dan Sudirman Said Sama-sama Ingin Maju Pilkada DKI, Siapa yang Mengalah?

Anies dan Sudirman Said Sama-sama Ingin Maju Pilkada DKI, Siapa yang Mengalah?

Nasional
Bertolak ke Sumbar, Jokowi dan Iriana Akan Tinjau Lokasi Banjir Bandang

Bertolak ke Sumbar, Jokowi dan Iriana Akan Tinjau Lokasi Banjir Bandang

Nasional
Dititip Kerja di Kementan dengan Gaji Rp 4,3 Juta, Nayunda Nabila Cuma Masuk 2 Kali

Dititip Kerja di Kementan dengan Gaji Rp 4,3 Juta, Nayunda Nabila Cuma Masuk 2 Kali

Nasional
Jabat Tangan Puan dan Jokowi di Tengah Isu Tak Solidnya Internal PDI-P

Jabat Tangan Puan dan Jokowi di Tengah Isu Tak Solidnya Internal PDI-P

Nasional
Saat Anak Buah Biayai Keperluan Pribadi SYL, Umrah hingga Servis 'Mercy'

Saat Anak Buah Biayai Keperluan Pribadi SYL, Umrah hingga Servis "Mercy"

Nasional
26 Tahun Reformasi: Robohnya Etika Bernegara

26 Tahun Reformasi: Robohnya Etika Bernegara

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com