Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ubedilah Badrun
Analis Sosial Politik

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

26 Tahun Reformasi: Robohnya Etika Bernegara

Kompas.com - 21/05/2024, 06:24 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KETIKA kami saat itu masih mahasiswa, berusia 20-an tahun, berada di jalanan, kami demontrasi dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dan dari bulan ke bulan.

Kami lakukan tak kenal lelah, hampir tak ada jeda. Keringat, air mata, dan darah kami tumpahkan.

Darah kami seringkali tumpah karena tiada hari tanpa represi aparat, gas air mata, tembakan peluru karet dan pentungan aparat adalah hari-hari yang kami alami.

Bahkan kemudian di antara kawan kami dari Universitas Trisakti ditembak mati dengan peluru tajam ketika demontrasi pada 12 Mei 1998.

Kami terus melawan hingga Soeharto kemudian menyerah menyatakan mundur pada 21 Mei 1998. Tepat hari ini 26 tahun lalu.

Cita-cita besar Reformasi

Pertanyaanya, mengapa 26 tahun lalu kami begitu gigih dan gagah di jalanan terus berdemonstrasi meski ada kawan yang tertembak? Sebab saat itu kami memiliki mimpi, ada harapan besar, ada cita-cita besar tentang masa depan republik ini.

Saat itu kami menginginkan agar Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) diberantas. Kami juga menginginkan pemerintahan yang benar-benar demokratis, kekuasaannya dibatasi, otoritarianisme dan militerisme dihilangkan, ekonomi membaik, kesejahteraan rakyat meningkat.

Para pelanggar HAM diadili dan dihukum agar kita menjadi bangsa yang benar-benar menghargai hak asasi manusia, bangsa yang menjunjung tinggi konstitusi, bangsa yang beradab.

Setelah 26 tahun berlalu, apa kabar semua harapan besar itu? Realitasnya saat ini cita-cita besar itu sebagian besar diabaikan, bahkan dihianati.

Faktanya KKN kini semakin merajalela. Indeks korupsi Indonesia skornya merah, menurut Transparansi Internasional hanya mendapat skor 34 (2024).

Kesejahteraan rakyat tak kunjung datang, angka pertumbuhan ekonomi hanya di kisaran 5 persen, pengangguran masih banyak, bahkan ada sebanyak 9,9 juta anak muda Indonesia berusia 15 hingga 24 tahun atau Gen Z yang tidak bekerja saat ini.

Demokrasi juga masih stagnan dan cenderung memburuk dengan posisi indeks menurut The Economist (2024) dalam kategori flawed democracy dengan skor kebebasan sipil yang hanya 59.

Indeks Hak Asasi Manusia (HAM) juga masih buruk skornya hanya di kisaran 3,2. Kebudayaan kita juga tidak tumbuh sehat karena etika bernegara telah runtuh.

Dari sisi ilmu pengetahun dan teknologi juga masih jauh tertinggal dibanding negara kawasan Asia Tenggara dan Asia.

Pencapaian angka PISA (Program International Students Assessment) bangsa ini masih di peringkat bawah. Bahkan skor rata-rata IQ Indonesia saat ini termasuk negara yang mengalami gangguan intelektual karena skor rata-ratanya hanya mencapai 78,49.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 28 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 28 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 27 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 27 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pemerintah Luncurkan Logo HUT Ke-79 RI, Berikut Maknanya

Pemerintah Luncurkan Logo HUT Ke-79 RI, Berikut Maknanya

Nasional
Pemerintah Ogah Bayar Tuntutan 8 Juta Dollar dalam Peretasan PDN

Pemerintah Ogah Bayar Tuntutan 8 Juta Dollar dalam Peretasan PDN

Nasional
Tim Siber Cek Dugaan Peretasan Data Bais TNI

Tim Siber Cek Dugaan Peretasan Data Bais TNI

Nasional
Ringankan Beban Bank, Jokowi Minta Relaksasi Restrukturisasi Kredit Diperpanjang hingga 2025

Ringankan Beban Bank, Jokowi Minta Relaksasi Restrukturisasi Kredit Diperpanjang hingga 2025

Nasional
Kemenag Pilih Mina Qodim Jadi Tempat Bermalam Jemaah Haji Karena Lebih Dekat dengan Lokasi Lempar Jumrah

Kemenag Pilih Mina Qodim Jadi Tempat Bermalam Jemaah Haji Karena Lebih Dekat dengan Lokasi Lempar Jumrah

Nasional
PDN Alami Gangguan, Menkumham Sebut Layanan Imigrasi Terpaksa Gunakan Web Amazon

PDN Alami Gangguan, Menkumham Sebut Layanan Imigrasi Terpaksa Gunakan Web Amazon

Nasional
Minta KPI Awasi Isi Siaran, Wapres: Harus untuk Kepentingan Publik

Minta KPI Awasi Isi Siaran, Wapres: Harus untuk Kepentingan Publik

Nasional
Pembangunan 2 Gudang Logistik di Papua Tengah Diperkirakan Rampung Agustus 2024

Pembangunan 2 Gudang Logistik di Papua Tengah Diperkirakan Rampung Agustus 2024

Nasional
Deputi Kemenko Perekonomian Dilantik Jadi Pj Gubernur, Menko Airlangga: Semoga Berikan Dampak Nyata bagi Daerah

Deputi Kemenko Perekonomian Dilantik Jadi Pj Gubernur, Menko Airlangga: Semoga Berikan Dampak Nyata bagi Daerah

Nasional
Soal Potensi Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Tanya Bu Sri Mulyani Kapan Mau Ngumpul

Soal Potensi Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Tanya Bu Sri Mulyani Kapan Mau Ngumpul

Nasional
Kemenko PMK: 37 Daerah Akan Tetap Berstatus Tertinggal pada 2024

Kemenko PMK: 37 Daerah Akan Tetap Berstatus Tertinggal pada 2024

Nasional
Menpan-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia

Menpan-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia

Nasional
Wapres Minta RUU Penyiaran Sejalan dengan Cita-cita Demokrasi

Wapres Minta RUU Penyiaran Sejalan dengan Cita-cita Demokrasi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com