Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei LSI: 17,6 Persen Pemilih Prabowo-Gibran Tak Percaya "Real Count" KPU

Kompas.com - 25/02/2024, 16:52 WIB
Vitorio Mantalean,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan bahwa terdapat sebagian kecil pemilih calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, rupanya tidak mempercayai hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Padahal, sejauh ini, hasil penghitungan real count KPU itu menempatkan Prabowo-Gibran  dengan perolehan suara terbanyak, tak berbeda jauh dengan prediksi hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei ternama.

Hasil hitung KPU lewat publikasi pada laman pemilu2024.kpu.go.id, Prabowo-Gibran beroleh 58,82 persen suara, dari 76,76 persen suara yang sudah masuk ke Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

"Di kalangan yang kurang/tidak percaya itu juga ada di kalangan pemilih 02, (jumlahnya) 17,6 persen. Ada juga tuh," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam rilis temuan mereka pada Minggu (24/2/2024), secara daring.

Baca juga: LSI: Kepuasan Publik Terkait Pemilu 2024 Turun 10,9 Persen sejak Pemungutan Suara Digelar

Temuan ini diperoleh LSI lewat hasil survei pascapemilu (post-election survey) yang dilakukan pada 19-21 Februari 2024.

Namun sayangnya, Djayadi mengakui bahwa survei tersebut tidak sampai menelusuri alasan para pemilih Prabowo-Gibran tersebut tidak percaya hasil penghitungan suara oleh KPU selaku lembaga berwenang.

"Entah mereka tidak percayanya, apakah itu (hasil hitung KPU) ketinggian atau kerendahan, kita tidak tahu, kita tidak punya datanya. Datanya tidak dapat menelusuri sampai ke sana," ujarnya.

Dalam temuan LSI, mayoritas responden mempercayai hasil hitung KPU. Proporsinya mencapai 75,2 persen berbanding dengan mereka yang tak percaya 18,9 persen.

Baca juga: Survei LSI: Tingkat Keyakinan Masyarakat Pemilu 2024 Jurdil Turun Drastis Sepekan sejak Pencoblosan

Dari sebagian kecil responden yang tidak percaya pada hasil hitung KPU, mayoritas adalah pendukung capres-cawapres nomor urut 1 dan 3, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Sebanyak 51,5 persen pendukung Anies-Muhaimin tidak percaya hasil hitung KPU sejauh ini. Sedangkan pendukung Ganjar-Mahfud, jumlah yang tidak percaya mencapai 30,8 persen.

Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei ternama, Prabowo-Gibran diprediksi menang satu putaran pada Pilpres 2024 dengan perolehan suara mencapai 57-59 persen.

Angka ini jauh melampaui dua kompetitor mereka. Anies-Muhaimin diprediksi hanya meraup 24-26 persen suara. Sedangkan Ganjar-Mahfud diprediksi cuma mendapatkan 15-17 persen suara.

Baca juga: Survei LSI: Dukungan Penerima Bansos ke Prabowo-Gibran Lebih Banyak Dibanding yang Bukan Penerima

LSI menyebutkan, target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/ponsel. Jumlahnya sekitar 83 persen dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) atau teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Dengan teknik RDD, sampel sebanyak 1.211 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei diperkirakan lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

LSI mengklaim bahwa wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.

Baca juga: Survei LSI: 71,6 Persen Pemilih Prabowo-Gibran Percaya Pilpres Satu Putaran

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com