Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Dukung Peresmian 2 Terminal, Jasa Raharja Ingin Masyarakat Gunakan Transportasi Umum

Kompas.com - 08/02/2024, 10:33 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menghadiri peresmian dua terminal tipe A di wilayah Jawa Barat yaitu Terminal Leuwi Panjang di Kota Bandung dan Terminal Banjar di Kota Banjar, Sabtu (3/2/2024). Dua terminal ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Revitalisasi dua terminal yang diresmikan itu terlihat dari peningkatan fungsi terminal yang tidak hanya menjadi tempat naik turunnya penumpang, tetapi juga tempat dengan fasilitas umum modern, seperti playground, perpustakaan, hingga area pemasaran produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam laporannya menyampaikan bahwa terminal yang ada saat ini sangat modern dan dilengkapi berbagai fasilitas untuk menghilangkan stigma negatif terminal lama.

Terminal-terminal itu, sebut Budi, diharapkan mampu menjadi pendorong dan penggerak ekonomi serta menjadi wadah kegiatan sosial dan seni budaya untuk melestarikan kearifan lokal setempat.

Baca juga: Anak Usaha Jasa Raharja Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menyampaikan, Jasa Raharja mendukung penuh langkah nyata presiden dalam mewujudkan pelayanan publik guna meningkatkan minat masyarakat menggunakan kendaraan umum.

“Dengan peningkatan kualitas terminal sebagai komponen penting yang menarik minat masyarakat menggunakan kendaraan umum, operator angkutan umum diharapkan dapat mengimbangi dan memastikan kesiapan serta keamanan berkendara," tutur Dewi melalui keterangan persnya, Kamis (8/2/2024).

Dengan demikian, dia melanjutkan, tujuan revitalisasi terminal guna mengurangi kemacetan di jalan bisa terwujud. Kondisi ini tentunya bisa meminimalisasi kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana.DOK. Jasa Raharja Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana.

Dewi menambahkan, Tim Pembina Samsat juga menempatkan Inovasi Samsat Digital di Terminal Tipe A Leuwi Panjang, Bandung. Samsat digital pertama di Indonesia ini menggunakan metode self-service bagi para pengunjungnya.

Baca juga: Bangun Budaya Sadar Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Gelar Diseminasi Pendidikan Lalu Lintas

Sementara itu, Jokowi mengatakan, pemerintah berupaya penuh mendukung pembangunan infrastruktur fasilitas publik untuk menunjang percepatan mobilisasi, sehingga pemerataan bisa terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

"Dalam mewujudkannya, infrastruktur transportasi seperti terminal ini berperan besar dan harus didukung bersama. Selain itu, masalah kemacetan yang sudah menjadi isu utama harapannya dapat diselesaikan lewat peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi umum," jelasnya. 

Ia pun berharap masyarakat bisa lebih bersemangat menggunakan transportasi umum, seperti bus, kereta api, kereta cepat, KRL, MRT, dan LRT.

“Mari bersama menjaga Terminal Leuwi Panjang dan Terminal Banjar yang ada di Provinsi Jawa Barat ini, juga fasilitas transportasi umum lainnya di seluruh Indonesia, agar senantiasa aman, lancar. Kita juga harus bisa memastikan keselamatan masyarakat penggunanya,” jelas dia.

Baca juga: Pelanggar Lalu Lintas Tak Pantas Dapat Santunan dari Jasa Raharja

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Djoko Susilo PK Lagi, Ketua KPK Singgung Kepastian Hukum

Djoko Susilo PK Lagi, Ketua KPK Singgung Kepastian Hukum

Nasional
KPK Geledah Kantor PT Telkom dan 6 Rumah, Amankan Dokumen dan Alat Elektronik

KPK Geledah Kantor PT Telkom dan 6 Rumah, Amankan Dokumen dan Alat Elektronik

Nasional
Pembukaan Rakernas Ke-5 PDI-P Akan Diikuti 4.858 Peserta

Pembukaan Rakernas Ke-5 PDI-P Akan Diikuti 4.858 Peserta

Nasional
KPK Gelar 'Roadshow' Keliling Jawa, Ajak Publik Tolak Politik Uang

KPK Gelar "Roadshow" Keliling Jawa, Ajak Publik Tolak Politik Uang

Nasional
Bobby ke Gerindra padahal Sempat Bilang 'Insya Allah' Gabung Golkar, Mekeng: 'Nothing Special'

Bobby ke Gerindra padahal Sempat Bilang "Insya Allah" Gabung Golkar, Mekeng: "Nothing Special"

Nasional
PPP Disebut Tak Bisa Lolos Parlemen, Mardiono: Ketua KPU Bukan Pengganti Tuhan

PPP Disebut Tak Bisa Lolos Parlemen, Mardiono: Ketua KPU Bukan Pengganti Tuhan

Nasional
Soal Dapat Jatah 4 Kursi Menteri, Ketum PAN: Hak Prerogatif Prabowo

Soal Dapat Jatah 4 Kursi Menteri, Ketum PAN: Hak Prerogatif Prabowo

Nasional
Galang Dukungan di Forum Parlemen WWF Ke-10, DPR Minta Israel Jangan Jadikan Air Sebagai Senjata Konflik

Galang Dukungan di Forum Parlemen WWF Ke-10, DPR Minta Israel Jangan Jadikan Air Sebagai Senjata Konflik

Nasional
Alasan PDI-P Tak Undang Jokowi Saat Rakernas: Yang Diundang yang Punya Spirit Demokrasi Hukum

Alasan PDI-P Tak Undang Jokowi Saat Rakernas: Yang Diundang yang Punya Spirit Demokrasi Hukum

Nasional
Waketum Golkar Kaget Bobby Gabung Gerindra, Ungkit Jadi Parpol Pertama yang Mau Usung di Pilkada

Waketum Golkar Kaget Bobby Gabung Gerindra, Ungkit Jadi Parpol Pertama yang Mau Usung di Pilkada

Nasional
Pj Ketum PBB Sebut Yusril Cocok Jadi Menko Polhukam di Kabinet Prabowo

Pj Ketum PBB Sebut Yusril Cocok Jadi Menko Polhukam di Kabinet Prabowo

Nasional
Penerbangan Haji Bermasalah, Kemenag Sebut Manajemen Garuda Indonesia Gagal

Penerbangan Haji Bermasalah, Kemenag Sebut Manajemen Garuda Indonesia Gagal

Nasional
DKPP Didesak Pecat Ketua KPU dengan Tidak Hormat

DKPP Didesak Pecat Ketua KPU dengan Tidak Hormat

Nasional
JK Nilai Negara Harus Punya Rencana Jangka Panjang sebagai Bentuk Kontrol Kekuasaan

JK Nilai Negara Harus Punya Rencana Jangka Panjang sebagai Bentuk Kontrol Kekuasaan

Nasional
JK Respons Jokowi yang Tak Diundang Rakernas: Kan Bukan Lagi Keluarga PDI-P

JK Respons Jokowi yang Tak Diundang Rakernas: Kan Bukan Lagi Keluarga PDI-P

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com