Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PDI-P: Sebagai Partai yang Menang Pemilu Dua Kali, Target Kami Capres Kader Internal

Kompas.com - 21/03/2023, 23:19 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Bagus Santosa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya kekeh ingin kader internal diusung sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu disampaikannya ketika ditanya mengenai wacana menduetkan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo sebagai capres-cawapres pada Pemilu 2024.

"Sebagai partai yang dipercaya rakyat menang pemilu dua kali, tentu saja kami punya target menetapkan calon presiden dari kader internal PDI Perjuangan," kata Hasto saat menjawab pertanyaan awak media di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (21/3/2023).

Baca juga: Kalkulasi Megawati Umumkan Capres, Hasto: Ada Aspek Simbolik, Juni Bulan Bung Karno, Agustus Proklamasi

Hasto menegaskan, hal itu sesuai dengan kebijakan di PDI-P yang dikeluarkan oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"Ibu Megawati yang punya mandat itu (pencapresan)," ucap Hasto.

Namun demikian, terkait munculnya isu menduetkan Prabowo-Ganjar, Hasto menganggap itu baru sekadar wacana. Apalagi, wacana itu dimunculkan oleh elite Gerindra, yaitu Wakil Ketua Dewan Pembina Hashim Djojohadikusumo.

"Itu kan satu wacana. Boleh dong wacana muncul. Ketika Pak Hashim ditanya, itu (Prabowo-Ganjar) prinsip senioritas," ujar Hasto.

Baca juga: Soal Isu Ganjar Jadi Cawapres Prabowo, PKB: Tidak Ada Calon Lain Selain Prabowo-Muhaimin

Sebaliknya, dia mengatakan, jika pertimbangannya adalah senioritas, maka Megawati Soekarnoputri lebih senior dari Prabowo.

"Lalu ada teman saya bilang, kalau prinsipnya senioritas ada juga misalnya Megawati-Prabowo. Itu kalau prinsip senioritas. Tapi sebagai sebuah analisis ya itu sah-sah saja," nilai Hasto.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com