Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

RKUHP Sah, Penjual Makanan hingga Obat Palsu Picu Kematian Dipenjara 9 Tahun

Kompas.com - 06/12/2022, 16:53 WIB
Aryo Putranto Saptohutomo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) turut mengatur ancaman 9 tahun penjara bagi penjual makanan hingga obat palsu yang menyebabkan konsumen meninggal.

Rumusan delik itu tercantum dalam Pasal 503 RKUHP yang baru disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Pimpinan DPR Putuskan Tak Akan Temui Pengunjuk Rasa RKUHP

Menurut Pasal 503 Ayat (1) RKUHP, setiap orang yang menjual, menawarkan, atau menyerahkan barang berupa makanan, minuman, atau obat palsu dan menyembunyikan kepalsuan itu, maka dipidana dengan penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak kategori V (Rp 500.000.000).

Kemudian menurut Pasal 503 Ayat (2), jika perbuatan seperti dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat atau penyakit, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Baca juga: RKUHP Disahkan, Pemerintah: Keputusan yang Diambil adalah Jalan Tengah

"Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 tahun," demikian isi Pasal 503 Ayat (3).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com