Kompas.com - 17/09/2022, 08:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Perburuan peretas atau hacker Bjorka mulai memasuki babak baru. Tim terpadu yang dibentuk pemerintah telah menemukan seorang tersangka.

Tim terpadu khusus ini terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Badan Intelijien Negara (BIN), Kemkominfo, dan Polri.

Bjorka menjadi sorotan karena diduga telah meretas sejumlah data dan situs resmi pemerintah.

Baca juga: Pemuda Madiun Jadi Tersangka Komplotan Bjorka, Ini Motif dan Perannya

Sosok Bjorka juga turut melakukan doxing terhadap beberapa pejabat publik. Bjorka membagikan sejumlah data pribadi pejabat publik, mulai dari nama lengkap, nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga, nomor ponsel, dan alamat rumah.

Adapun korban doxing Bjorka antara lain, Menteri Komunikasi dan Infomatika, Ketua DPR RI, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, dan Menteri BUMN.

Pemuda dari Madiun

Pada Jumat (16/9/2022), Polri telah menetapkan seorang tersangka dari Madiun, Jawa Timur, yang bernama Muhamad Agung Hidayatulloh atau MAH.

Sebelum penetapan tersangka, polisi telah MAH di kediamannya di Madiun pada Rabu (14/9/2022).

"Timsus telah melakukan beberapa upaya dan berhasil mengamankan tersangka berinisial MAH," kata Juru Bicara Divisi Humas Polri, Kombes Ade Yaya, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Bjorka, Pemuda Asal Madiun Menghilang, Tinggalkan Rumah Seorang Diri

Namun demikian, tersangka tersebut bukan Bjorka. Hingga kini, tim terpadu khusus masih mencari sosok Bjorka yang sebenarnya. MAH diduga ikut berperan membantu Bjorka.

Ade menjelaskan, MAH berperan sebagai salah satu dari kelompok Bjorka.

"Yang berperan sebagai penyedia channel Telegram dengan nama Bjorkanism," ucap Ade.

Bantu Bjorka

Dalam akun Telegram Bjorkanism itu, MAH diduga menyebarkan tiga konten terkait Bjorka. Pada 8 September 2022, MAH mengunggah konten Bjorka yang bertuliskan Stop Being Idiot.

Kemudian, pada 9 September 2022, MAH membuat unggahan terkait tulisan The next leaks will come from the president of Indonesia.

Pada 10 September 2022, MAH kembali menggunggah konten terkait tulisan to support people who has struggling by holding demonstration in Indonesia regarding the price fuel oil, I will publish my Pertamina database soon.

Baca juga: Polri Ungkap Motif Tersangka MAH Asal Madiun: Bantu Bjorka Terkenal dan Dapat Uang

Menurut Ade, motif MAH adalah untuk membantu Bjorka dan mendapatkan uang.

"Motif tersangka membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang," kata dia.

Dalam proses penangkapan, sejumlah barang bukti juga ikut diamankan, yakni satu sim card telepon seluler, dua ponsel milik tersangka MAH, kemudian dua lembar KTP atas nama inisial MAH.

Tidak ditahan

Meski menjadi tersangka, MAH tidak ditahan oleh pihak Kepolisian. Ia dipulangkan kembali ke rumahnya namun dikenakan kewajiban lapor diri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, MAH tidak langsung ditahan karena bersikap kooperatif.

"Yang bersangkutan (MAH) tersangka dan tidak ditahan, dikenakan wajib lapor," kata Dedi.

Baca juga: Pemuda Madiun Tersangka Terkait Bjorka Tak Ditahan, tetapi Wajib Lapor

Dedi juga mengatakan, MAH dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam perkara ini.

Kendati demikian, Dedi masih belum mendapatkan rincian pasal yang dipersangkakan kepada MAH.

"Pasal UU ITE, coba nanti ditanyakan dulu," ujar dia.

Tanggapan keluarga MAH

Pihak keluarga MAH mengaku kebingungan setelah mengetahui anaknya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membantu hacker Bjorka.

Ayah MAH, Jumanto mengatakan, anaknya mendapatkan surat bebas dari polisi saat dipulangkan pada Jumat (16/9/2022).

Jumanto menyangka setelah dipulangkan, putranya sudah terbebas dari tuduhan peretasan.

“Tadi dinyatakan bebas sekarang kok tersangka? Tadi sudah ada surat kebebasan dari polisi,” kata Jumanto yang ditemui Kompas.com di kediamannya di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Pemuda di Madiun yang Jadi Tersangka Terkait Bjorka Kena UU ITE

Ayah MAH yang kesehariannya bertani pun masih belum mengetahui langkah yang harus dilakukan setelah anaknya jadi tersangka.

Jumanto mengaku, sebagai warga biasa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pun belum bisa memberikan banyak pernyataan setelah putranya ditetapkan tersangka.

“Kami belum tahu kalau anak saya ditetapkan sebagai tersangka. Kami mewakili keluarga memohon maaf kalau MAH ada salah,” jelas Jumanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.