Kompas.com - 30/05/2022, 14:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan umum (pemilu) 1999 digelar pada 7 Juni 1999. Pemilu dilaksanakan untuk memilih 462 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 1999-2004.

Pemungutan suara dilakukan selepas Presiden Suharto memutuskan berhenti dari jabatannya pada 21 Mei 1998, yang turut mengakhiri masa pemerintahan rezim Orde Baru selama 32 tahun.

Keputusan Suharto untuk berhenti terkait dengan gelombang aksi unjuk rasa dan gerakan reformasi pada 1998 yang salah satunya dipicu oleh krisis ekonomi akibat anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Baca juga: KPU Sebut Jokowi Sepakat Masa Kampanye Pemilu 2024 Selama 90 Hari

Pemilu terakhir yang digelar di masa pemerintahan Orde Baru terjadi pada 29 Mei 1997.

Seharusnya, pemilu selanjutnya akan digelar pada 2022, tetapi masyarakat mendesak pemerintah untuk mempercepat pemilu.

Pemilu 1999 juga menjadi ajang tumbuhnya partai-partai politik baru dari berbagai aliran politik, kecuali komunisme, yang sebelumnya dibatasi di masa Orde Baru.

Dalam pemilu di masa Orde Baru, tepatnya antara 1971 sampai 1997, hanya ada 2 partai politik yang mengikuti pemilu, yakni Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia. Sedangkan Golongan Karya (Golkar) saat itu tidak digolongkan sebagai partai politik dan hanya merupakan organisasi berbasis kalangan profesional, tetapi juga mendulang suara dalam pemilu.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: 52,4 Persen Responden Nilai Dinamika Politik Hambatan Terbesar Pemilu 2024

Akibat dibebaskannya masyarakat untuk membentuk partai politik, maka jumlah partai politik peserta Pemilu 1999 melejit menjadi 48.

Berikut ini daftar partai politik peserta Pemilu 1999:

  1. Partai Indonesia Baru
  2. Partai Kristen Nasional Indonesia
  3. Partai Nasional Indonesia Supeni
  4. Partai Aliansi Demokrat Indonesia
  5. Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
  6. Partai Ummat Islam
  7. Partai Kebangkitan Ummat
  8. Partai Masyumi Baru
  9. Partai Persatuan Pembangunan
  10. Partai Syarikat Islam Indonesia
  11. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  12. Partai Abul Yatama
  13. Partai Kebangsaan Merdeka
  14. Partai Demokrasi Kasih Bangsa
  15. Partai Amanat Nasional
  16. Partai Rakyat Demokratik
  17. Partai Syarikat Islam Indonesia 1905
  18. Partai Katolik Demokrat
  19. Partai Pilihan Rakyat
  20. Partai Rakyat Indonesia
  21. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
  22. Partai Bulan Bintang
  23. Partai Solidaritas Pekerja
  24. Partai Keadilan
  25. Partai Nahdlatul Ummat
  26. Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis
  27. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
  28. Partai Republik
  29. Partai Islam Demokrat
  30. Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen
  31. Partai Musyawarah Rakyat Banyak
  32. Partai Demokrasi Indonesia
  33. Partai Golongan Karya
  34. Partai Persatuan
  35. Partai Kebangkitan Bangsa
  36. Partai Uni Demokrasi Indonesia
  37. Partai Buruh Nasional
  38. Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
  39. Partai Daulat Rakyat
  40. Partai Cinta Damai
  41. Partai Keadilan dan Persatuan
  42. Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
  43. Partai Nasional Bangsa Indonesia
  44. Partai Bhineka Tunggal Ika Indonesia
  45. Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
  46. Partai Nasional Demokrat
  47. Partai Ummat Muslimin Indonesia
  48. Partai Pekerja Indonesia

Dalam Pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai baru menjadi pemenang dengan meraih 35.689.073 suara dan 153 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.

Di posisi kedua ditempati Partai Golkar dengan 23.741.749 suara dan 120 kursi di DPR. Pada posisi ketiga ditempati Partai Persatuan Pembangunan dengan 11.329.905 dan 58 kursi di DPR.

Baca juga: Anggaran Tahapan Pemilu Tahun Ini Baru Cair Rp 2 Triliun, KPU: Rp 6 Triliun Lagi Kapan?

Berikut ini hasil lengkap perolehan suara dan kursi di DPR partai politik peserta Pemilu 1999:

1. PDIP
Suara: 35.689.073 Kursi: 154

2. Golkar
Suara: 23.741.749 Kursi: 120

3. PPP
Suara: 11.329.905
Kursi: 59

4. PKB
Suara: 13.336.982
Kursi: 51

5. PAN
Suara: 7.528.956
Kursi: 35

6. PBB
Suara: 2.049.708
Kursi: 13

7. Partai Keadilan
Suara: 1.436.565
Kursi: 6

8. PKP
Suara: 1.065.686
Kursi: 6

9. PNU
Suara: 679.179
Kursi: 3

10. PDKB
Suara: 550.846
Kursi: 3

11. PBI
Suara: 364.291
Kursi: 3

12. PDI
Suara: 345.720
Kursi: 2

13. PP
Suara: 655.052
Kursi: 1

14. PDR
Suara: 427.854
Kursi: 1

15. PSII
Suara: 375.920
Kursi: 1

16. PNI Front Marhaenis
Suara: 365.176
Kursi: 1

17. PNI Massa Marhaen
Suara: 345.629
Kursi: 1

18. IPKI
Suara: 328.654
Kursi: 1

19. PKU
Suara: 300.064
Kursi: 1

20. Masyumi
Suara: 456.718
Kursi: -

21. PKD
Suara: 216.675
Kursi: -

22. PNI Supeni
Suara: 377.137
Kursi: -

23. Krisna
Suara: 369.719
Kursi: -

24. Partai KAMI
Suara: 289.489
Kursi: -

25. PUI
Suara: 269.309
Kursi: -

26. PAY
Suara: 213.979
Kursi: -

27. Partai Republik
Suara: 328.564
Kursi: -

28. Partai MKGR
Suara: 204.204
Kursi: -

29. PIB
Suara: 192.712
Kursi: -

30. Partai SUNI
Suara: 180.167
Kursi: -

31. PCD
Suara: 168.087
Kursi: -

32. PSII 1905
Suara: 152.820
Kursi: -

33. Masyumi Baru
Suara: 152.589
Kursi: -

34. PNBI
Suara: 149.136
Kursi: -

35. PUDI
Suara: 140.980
Kursi: -

36. PBN
Suara: 140.980
Kursi: -

37. PKM
Suara: 104.385
Kursi: -

38. PND
Suara: 96.984
Kursi: -

39. PADI
Suara: 85.838
Kursi: -

40. PRD
Suara: 78.730
Kursi: -

41. PPI
Suara: 63.934
Kursi: -

42. PID
Suara: 62.901
Kursi: -

43. Murba
Suara: 62.006
Kursi: -

44. SPSI
Suara: 61.105
Kursi: -

45. PUMI
Suara: 49.839
Kursi: -

46. PSP
Suara: 49.807
Kursi: -

47. PARI
Suara: 54.790
Kursi: -

48. PILAR
Suara: 40.517
Kursi: -

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Proses pemilihan presiden dan wakil presiden periode saat itu masih menggunakan mekanisme perwakilan melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Proses pemilihan digelar dalam 2 tahap, yakni pada 20 Oktober 1999 untuk memilih presiden dan 21 Oktober untuk memilih wakil presiden.

Dalam pemilihan presiden pada 20 Oktober 1999, Abdurrahman Wahid mendapatkan 373 suara. Dia mengalahkan Megawati Soekarnoputri yang mendapatkan 313 suara.

Sedangkan dalam pemilihan Wakil Presiden pada 21 Oktober 1999, Megawati mendapatkan 396 suara. Pesaingnya, yakni Ketua Umum PPP Hamzah Haz mendapatkan 284 suara.

Dari hasil pemungutan suara di MPR menghasilkan pasangan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri yang langsung dilantik pada hari pemungutan suara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.