Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/03/2022, 18:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski baru akan digelar dua tahun lagi, jalan menuju panggung Pilpres 2024 mulai ramai.

Para elite partai politik mulai buka suara soal kandidat jagoan mereka, tak terkecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Sebagai partai pemenang Pemilu 2019 yang mengantongi 19,33 persen suara sah nasional, partai berlambang kepala banteng ini bisa mengusung calon presidennya sendiri di Pemilu 2024.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Puan Maharani pun mulai buka-bukaan soal kriteria calon presiden yang akan diusung partainya. Siapa sosok tersebut?

Tiga kriteria

Puan baru-baru ini kembali bicara soal calon presiden 2024. Ia mengatakan, Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, sudah kerap mendapat pertanyaan soal kader yang akan diusung partainya sebagai capres.

Baca juga: Bocoran Puan soal Kriteria Capres PDI-P: Sosok yang Ikut Berjuang dan Berdarah-darah Bangun Partai

Perihal siapa calon yang akan diusung partai, kata Puan, masih menjadi rahasia.

Namun, ia mengungkap sejumlah kriteria. Salah satu syarat utama capres PDI-P ialah yang bekerja keras dalam membangun partai.

"Harusnya orang tersebut adalah orang yang memang betul-betul paling tidak pernah ikut berjuang, pernah memperhatikan partai, dan ikut berdarah-darah dalam membangun PDI-P selama ini," kata Puan saat memberikan arahan kepada para kader di Kantor DPC PDI-P Surabaya, Selasa (1/3/2022), dikutip dari Kompas TV, Kamis (3/3/2022).

Baca juga: 3 Alasan Puan Maharani Belum Bisa Rebut Hati Masyarakat

Kriteria kedua, sosok tersebut terbiasa turun ke bawah dan bertemu dengan rakyat, termasuk keluarga besar PDI-P.

Menurut Puan, sosok itu harus menjadi bagian dari keluarga besar PDI-P dan kerap hadir dalam acara partai.

"Mau nggak yang bersangkutan menyatakan sebagai keluarga besar PDI Perjuangan? Pernah nggak orang itu ada di setiap acara partai?," ujar Puan dikutip dari surabaya.tribunnews.com.

Kriteria lain, memegang teguh cita-cita Soekarno, yakni berpedoman pada ideologi memperjuangkan rakyat.

"Dia pecinta Bung Karno atau bukan? Apakah dia yang akan meneruskan cita-cita Bung Karno? Indonesia ke depan, kalau kita diberikan kemenangan yang ketiga, tentunya merupakan orang yang harus bisa meneruskan cita-cita Bung Karno," kata Ketua DPR RI itu.

Meski tak menyebut figur yang dimaksud, Puan mengatakan, sepak terjang para kader sudah terekam melalui berbagai media.

Baca juga: Membandingkan Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Puan Maharani, Mana yang Unggul?

Puan sendiri mengaku selama ini selalu menempatkan dirinya sebagai kader terbaik partai.

"Saya tetap menempatkan diri saya itu bahwa kader terbaik PDI Perjuangan," katanya.

Putri Mahkota

Melihat ini, Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menilai, kriteria "berdarah-darah" dalam membangun partai yang disebutkan Puan tidak memiliki tolok ukur yang jelas.

Apakah seorang kader harus sudah pernah menjadi pengurus dari tingkat terbawah, atau kader tersebut harus sudah pernah memegang jabatan publik di level daerah maupun nasional.

"Jadi, kriteria berdarah-darah berkorban membangun partai harus diturunkan secara lebih jelas agar tidak bersifat subjektif," kata Bawono kepada Kompas.com, Sabtu (5/3/2022).

Baca juga: Puan yang Dimanja Masuk Neraka Politik

Jika kriteria yang dimaksud adalah seorang kader harus memulai keterlibatan di partai dari struktur kepengurusan terbawah, menurut Bawono, Puan tidak masuk kategori tersebut.

Sebab, sebagai putri mahkota Ketua Umum PDI-P, bisa dikatakan Puan melalui "jalan tol" dalam struktur kepengurusan partai dan langsung menempati jabatan di tingkat pusat.

Selain itu, meski Puan pernah menjadi tim pemenangan PDI-P, menurut Bawono, itu saja tidak cukup disebut "berdarah-darah" membangun partai.

"Karena tentu saja setiap kader di partai mana pun akan selalu bisa klaim diri mereka turut berdarah-darah dalam membangun partai," kata dia.

Merujuk Puan sendiri

Sementara, menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, kriteria calon presiden yang disebutkan Puan merujuk pada dirinya sendiri.

Ia menilai, pernyataan Puan sebenarnya cenderung normatif. Kader PDI-P umumnya akan berjuang untuk membangun partai dan sosok Soekarnois atau pecinta Bung Karno.

Namun, jika ditelaah lebih lanjut, pernyataan Puan yang menyebut bahwa kader yang akan diusung adalah yang berdarah-darah untuk partai dan menjadi bagian dari keluarga besar PDI-P mencerminkan diri Puan sendiri.

"Puan ingin menegaskan yang sangat Soekarnois dan pernah membesarkan PDI-P adalah dirinya ketimbang kader-kader yang lain," kata Adi dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Elektabilitas Elite Parpol di Survei Litbang Kompas: Prabowo Teratas, Puan di Bawah Satu Persen

Petunjuk lain yang diberikan Puan yakni kader yang akan diusung harus dekat dengan rakyat. Menurut Adi, ini sejalan dengan upaya Puan yang belakangan kerap terjun langsung menyapa masyarakat.

Belum lagi, Puan juga mengeklaim bahwa dirinya adalah kader terbaik partai.

"Ini kan juga menunjukkan bahwa Puan sedang ingin memantapkan diri sebagai orang yang dinilai pantas untuk diperhitungkan menjadi salah satu kandidat capres 2024 dari PDI-P, dibandingkan Ganjar yang dinilai punya elektabilitas yang besar dan kuat versi survei," tutur Adi.

Bukan Ganjar

Adi berpendapat, kriteria itu jelas bukan mengarah ke kader PDI-P yang digadang-gadang punya modal besar untuk maju sebagai capres, Ganjar Pranowo.

Sebab, oleh PDI-P, Ganjar pernah dianggap sebagai kader yang tidak banyak "berkeringat", tetapi mendulang elektabilitas tinggi.

Baca juga: Survei SMRC: Anies Menang Lawan Prabowo jika Tak Ada Ganjar

Meski menjadi orang nomor satu di Jateng, Ganjar dinilai tak banyak terlibat dalam pemenangan PDI-P di Jawa Tengah saat pemilu.

Justru, ketika itu Puan yang ditunjuk sebagai tim pemenangan pemilu Jateng.

Belum lagi sindiran Puan pada Mei 2021 lalu yang menyebut kriteria capres yang akan diusung partainya bukan sosok yang hanya gemar tampil di media sosial.

Faktanya, Ganjar menjadi salah satu politikus yang sangat gencar berselancar di media sosial, dari Twitter sampai YouTube.

"Itu sebenarnya clue yang seakan-akan bahwa Puan merupakan salah satu orang yang masuk nominasi (capres PDI-P), sambil kemudian seakan-akan dia ingin mengkritik pihak lain yang selama ini hanya berselancar di media sosial," ucap Adi.

Kata PDI-P

Merespons ini, Politikus PDI-P Andreas Hugo Pareira menilai, kriteria calon presiden yang disampaikan Puan memang mencerminkan keinginan partai.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan sosok yang sesuai dengan kriteria tersebut dan akan diusung oleh PDI-P sebagai capres.

Baca juga: 4 Kader PDI-P Masuk Bursa Pilpres Litbang Kompas, Ganjar Unggul Jauh dari Puan

Andreas mengakui bahwa belakangan muncul sejumlah nama potensial capres dari PDI-P. Selain Puan, ada sosok Ganjar Pranowo.

Namun demikian, keputusan perihal nama capres ada di tangan Ketua Umum PDI-P.

"Tentu kemudian yang memutuskan adalah Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Andreas dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Kamis (3/2/2022).

Andreas pun memastikan bahwa partainya akan mengusung calon presiden yang betul-betul menjalankan ideologi partai. Namun, lagi-lagi ia tak menyebut sosok yang dimaksud.

"Saya kira bisa diterjemahkan bagaimana, saya kira terbuka untuk kita lihat," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Tegaskan Lanjutkan Program Jet Tempur KF-X/IF-X untuk Kuasai Teknologi Tinggi

Indonesia Tegaskan Lanjutkan Program Jet Tempur KF-X/IF-X untuk Kuasai Teknologi Tinggi

Nasional
Perludem Sebut Dapil Tak Ditata Ulang Berpotensi Lahirkan Sengketa Peserta Pemilu 2024

Perludem Sebut Dapil Tak Ditata Ulang Berpotensi Lahirkan Sengketa Peserta Pemilu 2024

Nasional
Sejumlah LSM Kirim 'Amicus Curiae' ke Pengadilan, LPSK Merasa Lebih Pede Perjuangkan Vonis Ringan Eliezer

Sejumlah LSM Kirim "Amicus Curiae" ke Pengadilan, LPSK Merasa Lebih Pede Perjuangkan Vonis Ringan Eliezer

Nasional
Jokowi: Pemerintah Tak Akan Campur Tangan dalam Penegakan Hukum

Jokowi: Pemerintah Tak Akan Campur Tangan dalam Penegakan Hukum

Nasional
Bareskrim Ungkap Ada Pihak yang Tertutup Soal Kematian Anak Kasus Gagal Ginjal di JakartaM

Bareskrim Ungkap Ada Pihak yang Tertutup Soal Kematian Anak Kasus Gagal Ginjal di JakartaM

Nasional
PDSI Minta Pemerintah Serius Dalami Kasus Gagal Ginjal Baru

PDSI Minta Pemerintah Serius Dalami Kasus Gagal Ginjal Baru

Nasional
Sandi Angkat Bicara Soal Anies Berutang Rp 50 Miliar

Sandi Angkat Bicara Soal Anies Berutang Rp 50 Miliar

Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Turun, Jokowi: Jadi Masukan Pemerintah untuk Perbaiki Diri

Indeks Persepsi Korupsi Turun, Jokowi: Jadi Masukan Pemerintah untuk Perbaiki Diri

Nasional
Jokowi Minta RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Jokowi Minta RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Nasional
Sambangi Kantor Golkar, PKS Buka Pintu Kerja Sama

Sambangi Kantor Golkar, PKS Buka Pintu Kerja Sama

Nasional
Ketua KPK Rapat dengan Kapolda Papua dan BIN, Bahas Situasi di Papua

Ketua KPK Rapat dengan Kapolda Papua dan BIN, Bahas Situasi di Papua

Nasional
Jokowi Ingatkan Penegak Hukum Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus Pidana

Jokowi Ingatkan Penegak Hukum Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus Pidana

Nasional
Bareskrim Tangkap 4 Tersangka Pembuat Narkoba Jenis Ekstasi di Jakarta Pusat

Bareskrim Tangkap 4 Tersangka Pembuat Narkoba Jenis Ekstasi di Jakarta Pusat

Nasional
Bakal Bertemu PKS, Airlangga Sebut Tak Bicarakan Koalisi Perubahan

Bakal Bertemu PKS, Airlangga Sebut Tak Bicarakan Koalisi Perubahan

Nasional
Jokowi: Komitmen Pemerintah terhadap Pemberantasan Korupsi Tak Pernah Surut

Jokowi: Komitmen Pemerintah terhadap Pemberantasan Korupsi Tak Pernah Surut

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.