KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Bupati PPU Abdul Gafur dari Sejumlah Kontraktor

Kompas.com - 11/02/2022, 23:35 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelisik aliran uang yang diterima Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Ma'sud dari para kontraktor yang mengerjakan proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, Kalimantan Timur.

Untuk mendalami aliran uang itu, KPK memeriksa Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Balikpapan, Syamsudin alias Aco di Lembaga Pemasyarkatan (Lapas) Tanah Grogot Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis (10/2/2022).

"Saksi didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya penerimaan sejumlah uang untuk tersangka AGM (Abdul Gafur Ma'sud) yang berasal dari para kontraktor yang mengerjakan proyek di Pemkab PPU dan nilai persentase bervariasi," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Jumat (11/2/2022).

Baca juga: KPK Dalami Asal-usul Uang yang Dibawa Bupati PPU Abdul Gafur Saat Ditangkap Tangan

"Khusus untuk saksi Syamsudin alias Aco pemeriksaan dilakukan di Lapas karena saat ini masih menjalani pidana," kata Ali.

Selain Aco, KPK juga memeriksa Sekretaris Dinas PU Kabupaten PPU Safwana, Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten PPU Machmud Syamsu Hadi, dan Pelaksana Tugas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten PPU Muhajir.

Kemudian, Staf Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah PPU Herry Nurdiansyah, Direktur PT Borneo Putra Mandiri Fitri Astuti, dan Pegawai PT Borneo Putra Mandiri, Hajrin Zainudin.

Lalu, Karyawan CV Karya Puncak Harapan, Awal; Karyawan CV Restu Mutiara Mandiri, Sultan; Karyawan CV Syalsabila Mitra Sejahtera, Jaya; dan Karyawan CV Tahrea Karya Utama, Yitno.

Karyawan CV Pesona Bukit Berkah, Haerul dan Karyawan Swasta PT Waru Kaltim Plantation Humas Luqman Hakim Fajar turut diperiksa penyidik KPK. Seluruh saksi lainnya diperiksa di Mako Brimob, Kalimantan Timur.

Berdasarkan agenda pemeriksaan, ujar Ali, KPK juga menjadwalkan pihak swasta dari CV Karya Taka Cont, Endang Fitriani sebagai saksi. Namun, Endang tidak hadir dan tanpa konfirmasi kepada tim penyidik.

"KPK mengimbau untuk kembali hadir pada pemanggilan berikutnya oleh tim Penyidik," tutur Ali.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.