Nadiem: Kurikulum Prototipe Akan Kembalikan Peran Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran

Kompas.com - 19/01/2022, 13:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, kurikulum prototipe akan mengembalikan peran guru sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah.

Nadiem menyampaikan ini dalam acara Penutupan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan Kedua yang disiarkan virtual, Rabu (19/1/2022).

"Kurikulum prototipe ini mengembalikan lagi peran guru sebagai pemimpin pembelajaran, karena yang kami berikan bentuknya hanya kerangka dan nanti guru yang akan mengembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di sekolahnya masing-masing," kata Nadiem dalam paparannya.

Baca juga: Nadiem Klaim Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK

Menurut Nadiem, kehadiran kurikulum prototipe ini tidak lagi akan membuat guru merasa didikte oleh kurikulum.

Ia menekankan, pengadaan kurikulum prototipe dimaksudkan untuk memerdekakan guru.

"Jadi sudah tidak ada lagi ceritanya guru didikte kukikulumnya. Ini adalah bagian dari upaya kita memulihkan pembelajaran dan tentunya memerdekaan guru dari hal-hal yang membatasi kreativitas dalam mengajar," ujarnya.

Baca juga: Nadiem: Kemendikbud Ristek Masih Terus Terima Masukan soal Permendikbud PPKS

Diberitakan sebelumnya, pemerintah bakal menerapkan kurikulum prototipe bersama dengan kurikulum darurat pada tahun ajaran 2022 mendatang.

Kedua kurikulum tersebut menjadi opsi yang bisa dipilih oleh sekolah untuk diterapkan sesuai dengan kapasitas sekolah tersebut.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Assesmen Pendidikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Anindito Aditomo menjelaskan, pada tingkat SMA, penerapan kurikulum protipe tidak akan mengitakkan siswa berdasarkan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa.

Baca juga: Berantas Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, Nadiem Makarim Bentuk Ini

Melalui kurikulum ini, siswa kelas XI dan XII bisa memilih kombinasi mata pelajaran sesuai dengan minatnya.

"Misalnya, siswa yang ingin menjadi insinyur akan boleh mengambil matematika lanjutan dan fisika lanjutan, tanpa mengambil biologi. Ia boleh mengombinasikan itu dengan mata pelajaran IPS, bahasa, dan kecakapan hidup yang selaras dengan rencana karirnya," jelas Nino kepada Kompas.com, Kamis (23/12/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.