Kompas.com - 11/01/2022, 07:03 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampil di layar saat menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT Ke-49 PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022). Peringatan yang digelar secara daring dan luring tersebut mengangkat tema Bangunlah Jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampil di layar saat menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT Ke-49 PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022). Peringatan yang digelar secara daring dan luring tersebut mengangkat tema Bangunlah Jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung situasi di Sumatera Barat (Sumbar).

Megawati mengaku pernah bertanya pada Buya Syafii Maarif, apakah budaya masyarakat Sumbar telah berubah.

“Saya tanya, kenapa sih Sumatera Barat menjadi berubah ya Buya? Sudah tidak adakah tradisi bermusyawarah mufakat oleh ninik mama di sana?,” tutur Megawati dalam perayaan HUT Ke 49 PDI Perjuangan, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Pertanyakan Ninik Mamak, Megawati Merasa Sumatera Barat Kini Beda

Pernyataan Megawati itu disampaikan setelah sebelumnya mengutip pernyataan ayahnya, Soekarno yang mengatakan bahwa perjuangan saat ini lebih berat karena berhadapan dengan bangsa sendiri.

Padahal, lanjut Megawati, Bangsa Indonesia mestinya kokoh dalam perjuangan bersama karena punya budaya gotong royong.

Ia kemudian melontarkan pertanyaan pada Kader PDI Perjuangan dari Sumbar.

“Sekarang saya tanya saja pada orang Sumatera Barat, rasanya kaya jadi sepi ya disana,” ucapnya.

Megawati menilai pernyataan Bung Karno masih sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Pasalnya, masih ada pihak-pihak yang mengganggu kerja keras Presiden Joko Widodo untuk menangani berbagai masalah yang muncul selama pandemi Covid-19.

“Masih saja (ada) tarik menarik kepentingan terjadi, banyak yang tidak menduga bahayanya Covid-19 dengan berbagai variannya,” kata dia.

Baca juga: Megawati Sentil Puan, DPR Suka Bikin UU Tak Sesuai UUD 1945

Megawati berpandangan mestinya situasi ditengah pandemi menumbuhkan semangat kebersamaan bangsa.

“Menghadapi pandemi sikap yang paling bijak adalah mengobarkan energi positif untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong,” sebut Megawati.

“Ingat Pancasila itu itu pelaksanaan lapangannya gotong royong. Jangan lupa,” pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingatkan Menteri Tak Sibuk Manuver Capres 2024, Pimpinan Komisi II: Kerjalah Bantu Presiden

Ingatkan Menteri Tak Sibuk Manuver Capres 2024, Pimpinan Komisi II: Kerjalah Bantu Presiden

Nasional
Oditur Militer Beberkan Mengapa Alasan Kolonel Priyanto Mengaku Panik Tak Masuk Akal

Oditur Militer Beberkan Mengapa Alasan Kolonel Priyanto Mengaku Panik Tak Masuk Akal

Nasional
Menag: BPIH Lebih Besar dari Bipih, Jemaah Haji Bayar Rp39,9 Juta

Menag: BPIH Lebih Besar dari Bipih, Jemaah Haji Bayar Rp39,9 Juta

Nasional
Menag: Pemerintah Menyubsidi Jemaah Agar Biaya Haji Lebih Ringan

Menag: Pemerintah Menyubsidi Jemaah Agar Biaya Haji Lebih Ringan

Nasional
Membaca Bayangan Peta Koalisi Pilpres 2024 dalam Dominasi Kuasa PDI-P

Membaca Bayangan Peta Koalisi Pilpres 2024 dalam Dominasi Kuasa PDI-P

Nasional
Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Gerindra: Bukan Hal yang Perlu Diperdebatkan

Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Gerindra: Bukan Hal yang Perlu Diperdebatkan

Nasional
Waketum Gerindra Minta Koalisi Golkar PAN PPP Jangan Dipertentangkan

Waketum Gerindra Minta Koalisi Golkar PAN PPP Jangan Dipertentangkan

Nasional
PP Muhammadiyah Sesalkan UAS Tak Diizinkan Masuk, Tuntut Penjelasan ke Singapura

PP Muhammadiyah Sesalkan UAS Tak Diizinkan Masuk, Tuntut Penjelasan ke Singapura

Nasional
Uji Materiil UU Otsus, Ahli Presiden Pertanyakan Kedudukan Hukum Majelis Rakyat Papua

Uji Materiil UU Otsus, Ahli Presiden Pertanyakan Kedudukan Hukum Majelis Rakyat Papua

Nasional
Mengenal PPS dan KPPS, dari Sejarah hingga Tugas dalam Pemilu

Mengenal PPS dan KPPS, dari Sejarah hingga Tugas dalam Pemilu

Nasional
Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Kekeh Usung Airlangga Capres 2024

Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Kekeh Usung Airlangga Capres 2024

Nasional
Lengkapi Pemberkasan Kasus Binomo, Polisi Bawa Ferrari Indra Kenz ke Jakarta

Lengkapi Pemberkasan Kasus Binomo, Polisi Bawa Ferrari Indra Kenz ke Jakarta

Nasional
Syarat Haji 2022, Sudah 2 Kali Vaksin Covid-19, Usia di Bawah 65 Tahun

Syarat Haji 2022, Sudah 2 Kali Vaksin Covid-19, Usia di Bawah 65 Tahun

Nasional
Setiap Jemaah Haji Membayar Rp 39,9 Juta untuk Berangkat

Setiap Jemaah Haji Membayar Rp 39,9 Juta untuk Berangkat

Nasional
Menag: Tidak Benar Dana Haji Digunakan untuk Bangun IKN

Menag: Tidak Benar Dana Haji Digunakan untuk Bangun IKN

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.