Kompas.com - 10/12/2021, 15:29 WIB
 Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono dalam salah satu kesempatan. DOK. Humas Kementerian KP Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono dalam salah satu kesempatan.

KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, generasi muda menjadi salah satu kunci dari keberhasilan pembangunan ekonomi biru di Indonesia.

Trenggono menyebutkan, generasi muda yang mampu berpikir out of the box atau berpikir secara kreatif mampu mengembangkan sesuatu menjadi lebih bernilai.

Dalam hal ini, generasi muda Indonesia berperan besar dalam upaya mengenalkan dan menerapkan ekonomi biru yang dimulai dari lingkungan sekitarnya.

"Implementasi ekonomi biru ini sangat penting dalam transformasi tata kelola perikanan yang akan menjadi legacy bagi generasi mendatang,” ujarnya dalam Blue Economy 4.0 Training Series bertajuk “Blue Economy Business, Sustaining Our Seas”, Kamis (9/11/2021).

Terlebih, lanjut dia, kebijakan pembangunan KP saat ini harus berlandaskan pembangunan ekonomi biru, sebagaimana tuntutan pembangunan global.

Baca juga: Kementerian KP Diseminasikan Keunggulan Tambak Milenial kepada Generasi Muda

Oleh karenanya, dia pun berharap, kegiatan tersebut meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan generasi muda, serta memiliki sikap dalam membangun dan mengelola bisnis ekonomi biru 4.0 di Indonesia.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan Blue Economy 4.0 Training Series yang merupakan kerja sama antara Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan (BRSDM) dengan Maritim Muda Nusantara, yang mengambil tema “Pengenalan Bisnis dan Investasi Ekonomi Biru 4.0”, sebutnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (10/12/2021).

Trenggono menambahkan, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) menginisiasi tiga program terobosan untuk melaksanakan pembangunan sektor KP, peningkatan devisa negara, dan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga program tersebut, pertama, penerapan kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota di setiap wilayah pengelolaan perikanan untuk keberlanjutan ekologi.

Kedua, pengembangan perikanan budidaya berbasis pada ekspor dengan empat komoditas unggulan di pasar global, yaitu udang, lobster, kepiting, dan rumput laut.

Baca juga: Siapkan SDM Unggul, Kementerian KP Lantik Taruna Politeknik KP Dumai

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapabilitas Distributif dalam Sistem Politik

Kapabilitas Distributif dalam Sistem Politik

Nasional
Karakteristik Peraturan Pemerintah

Karakteristik Peraturan Pemerintah

Nasional
Kapabilitas Ekstraktif dalam Sistem Politik

Kapabilitas Ekstraktif dalam Sistem Politik

Nasional
Peraturan Pemerintah: Pengertian, Fungsi dan Materi Muatannya

Peraturan Pemerintah: Pengertian, Fungsi dan Materi Muatannya

Nasional
Bareskrim Akan Limpahkan Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Sunmod Alkes ke Kejaksaan Pekan Depan

Bareskrim Akan Limpahkan Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Sunmod Alkes ke Kejaksaan Pekan Depan

Nasional
Setelah Longgarkan Penggunaan Masker, Pemerintah Akan Hapus Travel Bubble

Setelah Longgarkan Penggunaan Masker, Pemerintah Akan Hapus Travel Bubble

Nasional
Jokowi Klaim Harga Minyak Goreng Turun dan Stok Melimpah Imbas Larangan Ekspor CPO

Jokowi Klaim Harga Minyak Goreng Turun dan Stok Melimpah Imbas Larangan Ekspor CPO

Nasional
Modus Investasi Bodong Sunmod Alkes: Mengaku Dapat Tender Pemerintah dan Janjikan Untung Besar

Modus Investasi Bodong Sunmod Alkes: Mengaku Dapat Tender Pemerintah dan Janjikan Untung Besar

Nasional
Survei Indo Riset: Selera Publik Terhadap Presiden Berubah, dari Merakyat Jadi Antikorupsi

Survei Indo Riset: Selera Publik Terhadap Presiden Berubah, dari Merakyat Jadi Antikorupsi

Nasional
Jokowi: Saya Perintahkan Aparat Hukum Terus Selidiki Dugaan Penyelewengan Minyak Goreng

Jokowi: Saya Perintahkan Aparat Hukum Terus Selidiki Dugaan Penyelewengan Minyak Goreng

Nasional
Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Suntikan Moadal Alkes

Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Suntikan Moadal Alkes

Nasional
M Kece Mengaku Dapat Tekanan Teken Surat Permintaan Maaf kepada Irjen Napoleon

M Kece Mengaku Dapat Tekanan Teken Surat Permintaan Maaf kepada Irjen Napoleon

Nasional
Gubernur Lemhannas Sebut Transformasi Militer Tidak Cukup Hanya Sampai 2045

Gubernur Lemhannas Sebut Transformasi Militer Tidak Cukup Hanya Sampai 2045

Nasional
Langkah Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah

Langkah Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah

Nasional
Jokowi: Dulu Pasokan Minyak Goreng 64.500 Ton Per Bulan, Setelah Ekspor Dilarang Jadi 211.000 Ton

Jokowi: Dulu Pasokan Minyak Goreng 64.500 Ton Per Bulan, Setelah Ekspor Dilarang Jadi 211.000 Ton

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.