6 Pesawat Tempur Andalan TNI AU, Burung Besi Penjaga NKRI

Kompas.com - 06/10/2021, 14:07 WIB
Pesawat tempur F-16 A/B Block 15 hasil pembaruan yang dipiloti Dwayne ProOpella di Apron Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Madiun, Selasa (18/2/2020). Dinas Penerangan Angkatan UdaraPesawat tempur F-16 A/B Block 15 hasil pembaruan yang dipiloti Dwayne ProOpella di Apron Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Madiun, Selasa (18/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati HUT ke-76 pada Rabu (5/10/2021) kemarin.

TNI yang menjalankan tugas pokok dalam pertahanan negara terus mengembangkan diri, baik dari sisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) maupun pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk tiga matra, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) serta Angkatan Udara (AU).

Pada tahun ini, laman Global Fire Power menempatkan kekuatan militer Indonesia di peringkat ke-16 dengan skor 0,2684.

Posisi ini mengungguli sejumlah negara tetangga, antara lain Thailand yang berada di peringkat 26 (skor 0.4427), Vietnam dengan peringkat 24 (skor 0.4189) dan Australia yang menduduki peringkat 19 (skor 0.3378).

Global Fire Power sendiri merupakan website berbasis statistik yang berperan dalam memberikan informasi tentang militer suatu negara berdasarkan potensi kemampuannya untuk berperang baik di darat, laut dan udara.

Merujuk data Global Fire Power, TNI AD saat ini mempunyai 332 tank, 1.430 kendaraan lapis baja, 63 unit peluncur roket, 366 towed artillery, dan 153 self-propelled artillery.

Kemudian, TNI AL didukung dengan 7 kapal fregat atau kapal perang, 24 korvet atau kapal perang kecil, 179 kapal patroli, 10 mine warfare, dan 5 kapal selam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, TNI AU memiliki 15 helikopter serang, 188 helikopter, 1 tanker fleet, 17 unit misi khusus, 109 armada latih, 64 armada transportasi, 38 armada serangan khusus, dan 41 unit pesawat fighters maupun interceptors.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-76 TNI, sejumlah alutsista yang dimiliki Indonesia dipamerkan di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan.

Pameran disaksikan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan sejumlah pejabat terkait.

Selain itu, peringatan hari lahir TNI juga ditandai dengan atraksi 8 helikopter dan 18 pesawat tempur yang melintasi Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu.

Atraksi pesawat TNI AU melintasi istana ini merupakan kedua kalinya yang digelar dalam acara resmi kenegaraan.

Baca juga: TNI AU dan US PACAF Gelar Latihan Bersama, Libatkan Pesawat Pengebom hingga Intai

Sebelumnya, pada peringatan HUT ke-76 RI 17 Agustus 2021 atraksi pesawat tempur F-16 juga melintasi Istana Kepresidenan.

TNI AU memiliki peran penting dalam membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya, TNI AU bertugas menjaga pertahanan dan pemberdayaan wilayah udara.

Oleh karenanya, TNI AU dilengkapi dengan sejumlah alutsista yang memadai untuk menunjang pertahanan udara, salah satunya pesawat tempur.

Berikut ini enam pesawat tempur andalan TNI AU yang dilansir dari pemberitaan Kompas.com, dokumentasi Harian Kompas, Majalah Angkasa dan TNI:

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Retno Tekankan Pentingnya Peningkatan Peran ASN Perempuan

Menlu Retno Tekankan Pentingnya Peningkatan Peran ASN Perempuan

Nasional
Ini Tahapan Lanjutan yang Harus Dilalui Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu yang Lolos Tes Tertulis...

Ini Tahapan Lanjutan yang Harus Dilalui Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu yang Lolos Tes Tertulis...

Nasional
Jokowi ke Polisi: Lindungi dan Bantu yang Lemah dan Terpinggirkan dalam Hukum...

Jokowi ke Polisi: Lindungi dan Bantu yang Lemah dan Terpinggirkan dalam Hukum...

Nasional
Jokowi: Pak Kapolri, Pak Panglima, Vaksinasi Covid-19 Harus Kita Selesaikan Secepatnya

Jokowi: Pak Kapolri, Pak Panglima, Vaksinasi Covid-19 Harus Kita Selesaikan Secepatnya

Nasional
Jokowi: Kepuasan Publik Terhadap Bidang Hukum Menurun, Hati-hati

Jokowi: Kepuasan Publik Terhadap Bidang Hukum Menurun, Hati-hati

Nasional
Antisipasi Penyebaran Varian Omicron, Polri Awasi Ketat Pintu Masuk Udara, Laut, dan Darat

Antisipasi Penyebaran Varian Omicron, Polri Awasi Ketat Pintu Masuk Udara, Laut, dan Darat

Nasional
Haji Lulung Alami Serangan Jantung, PPP: Mohon Doa untuk Kesembuhannya

Haji Lulung Alami Serangan Jantung, PPP: Mohon Doa untuk Kesembuhannya

Nasional
Mensos Risma Paksa Tunarungu Bicara, Pimpinan Komisi VIII: Ironis

Mensos Risma Paksa Tunarungu Bicara, Pimpinan Komisi VIII: Ironis

Nasional
Kritik Hillary Lasut, Formappi:Manfaatkan Relasi untuk Kepentingan Pribadi

Kritik Hillary Lasut, Formappi:Manfaatkan Relasi untuk Kepentingan Pribadi

Nasional
Singgung Kewibawaan Polri, Jokowi: Ada Kapolda-Kapolres Baru Datang ke Sesepuh Ormas yang Sering Buat Keributan...

Singgung Kewibawaan Polri, Jokowi: Ada Kapolda-Kapolres Baru Datang ke Sesepuh Ormas yang Sering Buat Keributan...

Nasional
Tim Seleksi: 20 Orang Lolos Seleksi Tertulis dan Psikologi Bakal Calon Anggota Bawaslu

Tim Seleksi: 20 Orang Lolos Seleksi Tertulis dan Psikologi Bakal Calon Anggota Bawaslu

Nasional
Singgung soal Dihapusnya Mural yang Kritik Dirinya, Jokowi: Enggak Mungkin Perintah Kapolri, Kapolda, Kapolres

Singgung soal Dihapusnya Mural yang Kritik Dirinya, Jokowi: Enggak Mungkin Perintah Kapolri, Kapolda, Kapolres

Nasional
Jokowi: Omicron Sudah Masuk ke 29 Negara, Penularannya Diperkirakan 5 Kali Lebih Cepat dari Varian Delta

Jokowi: Omicron Sudah Masuk ke 29 Negara, Penularannya Diperkirakan 5 Kali Lebih Cepat dari Varian Delta

Nasional
Antisipasi Omicron, Menkes Percepat Pemeriksaan Sampel di Lab WGS dari 12 Hari Jadi 5 Hari

Antisipasi Omicron, Menkes Percepat Pemeriksaan Sampel di Lab WGS dari 12 Hari Jadi 5 Hari

Nasional
Resmi Berlaku Hari Ini, WNI-WNA dari Luar Negeri Wajib Karantina 10 Hari Setibanya di Indonesia

Resmi Berlaku Hari Ini, WNI-WNA dari Luar Negeri Wajib Karantina 10 Hari Setibanya di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.