PT Harsen Bantah Ada Keterkaitan dengan Sofia Koswara, yang Disebut ICW Terkait Moeldoko

Kompas.com - 26/07/2021, 14:11 WIB
Ilustrasi obat ivermectin memunculkan pro-kontra dalam penggunaannya sebagai obat terapi Covid-19. WHO, FDA dan badan otoritas obat di sejumlah negara masih belum izinkan atau rekomendasikan ivermectin sebagai obat Covid-19, karena obat ini bukan obat anti virus. SHUTTERSTOCK/Novikov AlekseyIlustrasi obat ivermectin memunculkan pro-kontra dalam penggunaannya sebagai obat terapi Covid-19. WHO, FDA dan badan otoritas obat di sejumlah negara masih belum izinkan atau rekomendasikan ivermectin sebagai obat Covid-19, karena obat ini bukan obat anti virus.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen obat Ivermectin, PT Harsen Laboratories menegaskan bahwa Sofia Koswara bukan bagian dari perusahaan.

Hal itu disampaikan PT Harsen secara terbuka melalui keterangan tertulis di media cetak, termasuk Harian Kompas yang tayang pada Minggu (25/7/3021).

PT Harsen menegaskan bahwa Sofia Koswara dan Iskandar Purnomo Hadi yang sejumlah pernyataannya terkait Ivermax12 dikutip sejumlah media, tidak terkait dengan perusahaan itu.

Baca juga: Dugaan ICW dan Bantahan Moeldoko Terkait PT Harsen dan Ivermectin...

"Masing-masing mengaku sebagai Wakil Direktur dan Direktur Komunikasi PT Harsen Laboratories sejak April 2021 sampai Juli 2021," tulis keterangan tersebut.

"Kedua nama di atas tidak ada hubungan hukum dengan PT Harsen Laboratories, mereka bukan karyawan, pemegang saham, maupun pimpinan pada PT Harsen Laboratories dan tidak ada hubungan keluarga dengan pemegang saham PT Harsen Laboratories," demikian lanjutan keterangan itu.

Dalam keterangan itu, PT Harsen menyebut bahwa keterangan yang diberikan oleh keduanya telah merugikan integritas perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Namanya Dikaitkan dengan PT Harsen, Moeldoko Pertimbangkan Langkah Hukum untuk ICW

Pihak PT Harsen juga mengatakan bahwa tidak akan bertanggung jawab pada pernyataan yang disampaikan oleh keduanya, karena tidak memiliki hubungan secara hukum dengan perusahaan itu.

"Bahwa PT Harsen Laboratories tidak bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari pernyataan-pernyataan mereka dan terhadap berita-berita lanjutannya oleh wartawan-wartawan sebab mereka tidak berkapasitas hukum," tulis PT Harsen.

Terakhir, PT Harsen mengungkapkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan ini melalui jalur hukum.

"Bahwa PT Harsen Laboratories akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan tetap tunduk pada jalur hukum yang berlaku di Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Sebut Ivermax12 Obati Cacingan, PT Harsen: Obat Keras, Harus dengan Resep Dokter

Diberitakan sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga PT Harsen memiliki hubungan dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Peneliti ICW Egi Primayogha mengatakan hubungan itu terjalin dari Sofia Koswara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tegur Kapolri soal Penghapusan Mural, Kontras: Perbaikan Polri Harus Menyeluruh

Jokowi Tegur Kapolri soal Penghapusan Mural, Kontras: Perbaikan Polri Harus Menyeluruh

Nasional
Jokowi Dihukum Akibat Penanganan Polusi Udara, Istana Tunggu Salinan Putusan Pengadilan

Jokowi Dihukum Akibat Penanganan Polusi Udara, Istana Tunggu Salinan Putusan Pengadilan

Nasional
Masyarakat Diharapkan Jadi Pengasuh Pengganti Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Masyarakat Diharapkan Jadi Pengasuh Pengganti Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Nasional
MAKI Sebut DPR Seakan Alergi dengan RUU Perampasan Aset

MAKI Sebut DPR Seakan Alergi dengan RUU Perampasan Aset

Nasional
Menteri PPPA: Perempuan Bisa Jadi Bagian Pembangunan jika Diberi Kesempatan

Menteri PPPA: Perempuan Bisa Jadi Bagian Pembangunan jika Diberi Kesempatan

Nasional
MKD Belum Bersikap atas Penetapan Alex Noerdin sebagai Tersangka Kasus Korupsi

MKD Belum Bersikap atas Penetapan Alex Noerdin sebagai Tersangka Kasus Korupsi

Nasional
Australia Akan Bangun 8 Kapal Selam Nuklir, Ini Sikap Pemerintah Indonesia

Australia Akan Bangun 8 Kapal Selam Nuklir, Ini Sikap Pemerintah Indonesia

Nasional
Kronologi Tenggelamnya Kapal Pengayom IV di Nusakambangan Versi Kemenkumham

Kronologi Tenggelamnya Kapal Pengayom IV di Nusakambangan Versi Kemenkumham

Nasional
Pemeriksaan Spesimen di Bawah 100.000, Alarm agar Tak Terjadi Lagi Lonjakan Kasus Covid-19

Pemeriksaan Spesimen di Bawah 100.000, Alarm agar Tak Terjadi Lagi Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Kapolri Minta Masyarakat Berbondong-bondong Ikut Vaksinasi Covid-19

Kapolri Minta Masyarakat Berbondong-bondong Ikut Vaksinasi Covid-19

Nasional
Pukat UGM Duga DPR Takut jika RUU Perampasan Aset Disahkan

Pukat UGM Duga DPR Takut jika RUU Perampasan Aset Disahkan

Nasional
Kemendagri Tegaskan Uang Kas Pemda di Bank Bukan untuk Cari Bunga

Kemendagri Tegaskan Uang Kas Pemda di Bank Bukan untuk Cari Bunga

Nasional
Tak Masuk Prolegnas, RUU Perampasan Aset Batal Jadi Solusi untuk Buat Jera Koruptor

Tak Masuk Prolegnas, RUU Perampasan Aset Batal Jadi Solusi untuk Buat Jera Koruptor

Nasional
Berbagai Kebijakan yang Lemahkan Pemberantasan Korupsi...

Berbagai Kebijakan yang Lemahkan Pemberantasan Korupsi...

Nasional
Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkumham Tenggelam di Nusakambangan, 2 Orang Meninggal

Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkumham Tenggelam di Nusakambangan, 2 Orang Meninggal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.