Kompas.com - 19/07/2021, 09:43 WIB
Tenaga medis ruang rawat Pinere Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa memakai kostum Alat Pengaman Diri (APD) COVID-19 di Banda Aceh, Aceh, Senin (3/5/2021). Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 2 Mei 2021 jumlah kasus COVID-19 meningkat dari 1.672.880 kasus pada 1 Mei 2021 menjadi  1.677.274 kasus atau terjadi peningkatan 4.394 kasus dalam satu hari. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/aww. ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRATenaga medis ruang rawat Pinere Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa memakai kostum Alat Pengaman Diri (APD) COVID-19 di Banda Aceh, Aceh, Senin (3/5/2021). Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 2 Mei 2021 jumlah kasus COVID-19 meningkat dari 1.672.880 kasus pada 1 Mei 2021 menjadi 1.677.274 kasus atau terjadi peningkatan 4.394 kasus dalam satu hari. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/aww.

Kelebihan beban kerja

Mahesa mengatakan, lonjakan pasien Covid-19 yang cukup tinggi belakangan ini menyebabkan para dokter kelebihan beban kerja.

Meski sebagian besar dokter sudah divaksinasi Covid-19, kata dia, tidak berarti bahwa dokter akan terhindar dari paparan Covid-19.

"Walaupun (dokter) sudah divaksinasi, hampir sebagian besar sudah divaksin, tapi karena lonjakan pasien yang cukup tinggi menyebabkan overload beban kerja," ujar Mahesa.

Mahesa mengatakan, dalam waktu lama, lonjakan pasien tersebut dikhawatirkan membuat para dokter kelelahan. Kondisi itu menyebabkan imunitas kesehatan para dokter menurun.

"Walaupun terbukti vaksinasi kepada tenaga kesehatan efektif, tapi lonjakan (kasus Covid-19) dari hari ke hari, daya imun dokter-dokter di lapangan terus mengalami permasalahan," ujar dia.

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak, Dokter Disebut Kelebihan Beban Kerja

Walaupun di daerah sudah banyak dokter yang ditarik untuk ditempatkan di fasilitas-fasilitas kesehatan seperti di Jakarta, kata dia, kondisi itu harus dipantau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berharap tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di daerah yang tenaga kesehatannya ditarik ke wilayah lain.

Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin harus dilakukan.

Kemudian, yang paling penting, kata dia, adalah kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 untuk melindungi dan menyelamatkan masyarakat.

Faktor tingginya kematian

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi. Adib mengatakan, melonjaknya kasus Covid-19 dan pekerjaan yang berlebih (overload) menjadi salah satu faktor tingginya kematian tenaga medis.

"Dengan tingginya kasus, overload-nya pekerjaan yang saat ini dihadapi menjadi salah satu faktor tingginya kematian pada tenaga medis," ujar Adib.

Baca juga: IDI: Disiplin Prokes Rendah Jadi Salah Satu Sebab Kenaikan Kasus Covid-19

Meskipun sudah divaksin, kata dia, tetapi hal tersebut tidak dapat dihindari karena ada banyak faktor penyebab kematian yang bisa dianalisis.

Salah satunya tingginya kasus yang berdampak pada berlebihnya beban kerja para tenaga medis tersebut dan mempengaruhi kesehatan mereka.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih memperbaharui kondisi masalah vaksinasi dan data komorbid lain yang dialami para tenaga medis.

"Karena kalau kita lihat, dengan peningkatan angka kematian (medis) Juni-Juli, bahkan Juli sudah melebih puncaknya saat Januari, ini memang banyak faktor yang bisa dianalisis," kata Adib.

Baca juga: Dewan Penasihat IDI Usul Dokter Puskesmas Ditetapkan Jadi Manajer Kesehatan Wilayah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.