Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/04/2021, 10:56 WIB
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyusun delapan langkah yang harus dilakukan jemaah sebelum, saat dan sesudah berangkat haji pada 2021.

Adapun, langkah pertama yang dilakukan adalah setiap jemaah haji harus sudah divaksin Covid-19 terlebih dahulu.

"Sebelum melaksanakan proses rangkaian ibadah haji, setiap jemaah haji wajib menjalankan dua vaksinasi, yaitu vaksinasi Covid-19 dan meningitis," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Ramadan Harisman, dikutip dari keterangan tertulisnya pada Rabu (28/4/2021).

"Untuk vaksinasi Covid-19, saya berharap Kabid PHU (penyelenggaraan haji dan umrah) di tiap provinsi harus memastikan jemaah haji yang akan berangkat sudah divaksin," ujar dia.

Baca juga: Dubes Arab Saudi untuk Indonesia: Insya Allah Tetap Ada Pelaksanaan Ibadah Haji di 2021

Langkah selanjutnya adalah jemaah haji akan melakukan karantina di asrama Haji selama 3 x 24 jam.

Ramadan mengatakan, saat tiba di asrama haji, jemaah akan menjalani swab antigen.

Kemudian, pada hari ketiga jemaah akan kembali melakukan tes usap (swab) polymerase chain reaction (PCR).

Jika hasilnya negatif, jemaah haji berangkat ke Arab Saudi, namun apabila hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri di asrama haji.

Kemudian setibanya di Arab Saudi, para jemaah akan dikarantina dalam hotel di Mekkah, karena kemungkinan jemaah yang diberangkatkan hanya sedikit maka semuanya akan turun di Jeddah.

Baca juga: Jika Ibadah Haji 2021 Digelar dengan Kuota Terbatas, Ini Kriteria Jemaah yang Bisa Berangkat

Jemaah haji akan dikarantina selama 3 x 24 jam di hotel dengan kapasitas maksimal dua orang per kamar.

"Setelah dikarantina selama 3 x 24 jam, jemaah haji akan tes PCR swab kembali. Jika hasilnya negatif, pada hari ke-4 jemaah bisa melaksanakan umrah. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri pada hotel di Makkah," ucapnya.

Langkah berikutnya yang harus dilakukan dam diperhatikan jemaah adalah miqat dengan protokol kesehatan.

Menurut Ramadan, jemaah haji yang akan melaksanakan umrah wajib diberangkatkan dengan menggunakan bus menuju tempat miqat dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah Saudi.

Baca juga: Optimisme Pemerintah soal Penyelenggaraan Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19

Umat Muslim berkumpul dan berdoa di Padang Arafah, atau juga dikenal sebagai Jabal Rahmah, Arab Saudi, saat puncak ibadah haji di tengah pandemi Covid-19, Kamis (30/7/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat.AFP/HANDOUT/STR Umat Muslim berkumpul dan berdoa di Padang Arafah, atau juga dikenal sebagai Jabal Rahmah, Arab Saudi, saat puncak ibadah haji di tengah pandemi Covid-19, Kamis (30/7/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat.
Kemudian, selama di Mekkah, selain umrah wajib dan thawaf Ifadhah di Masjidil Haram, jemaah diberikan kesempatan tiga kali ke Masjidil Haram dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Sementara pergerakan jemaah saat puncak ibadah haji akan menyesuaikan dengan ketentuan di Arab Saudi," tuturnya.

Sementara langkah ketujuh yang harus dilakukan adalah adanya swab PCR sebelum pulang ke Tanah Air.

Baca juga: Soal Ibadah Haji, Menkes Khawatir Saudi Tentukan Jenis Vaksin Tertentu

Ramadhan mengatakan, pada hari keempat, jemaah haji akan dipulangkan ke Indonesia melalui bandara di Madinah.

"Jika hasilnya negatif, jemaah haji dipulangkan ke Tanah Air. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri pada hotel di Madinah," kata Ramadan.

Sedangkan tahapan terakhir adalah swab antigen saat di Tanah Air di Asrama Haji.

Apabila hasilnya negatif, jemaah haji dipulangkan ke daerah masing-masing dan melakukan karantina mandiri di rumah, jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri di asrama haji.

"Kesimpulannya, selama proses penyelenggaraan haji, jemaah dan petugas wajib menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta membatasi interaksi dan mobilitas," ucap dia.

Baca juga: Wapres Harap BPKH Tingkatkan Kerja Sama Internasional dalam Pengembangan Dana Haji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.