Perayaan Hari Kartini di PDI-P, Saat Kiky Saputri Ajak Perempuan Tak Takut Bermimpi

Kompas.com - 22/04/2021, 07:34 WIB
Kiky Saputri saat cinema visit film Imperfect di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Jumat (10/1/2020). KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUSKiky Saputri saat cinema visit film Imperfect di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Jumat (10/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada hal menarik dalam perayaan Hari Kartini 2021 yang diselenggarakan PDI-P pada Rabu (21/4/2021).

Pada acara tersebut, berbagai narasumber dihadirkan dalam acara peringatan Hari Kartini bertajuk "Perspektif Generasi Milenial Tentang Kartini" di antaranya Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P Agustina Hermanto atau Tina Toon, Komedian Kiky Saputri, dan penulis buku Berto Tukan.

Salah satu narasumber yaitu Kiky Saputri memiliki jawaban sendiri ketika ditanya soal makna Hari Kartini.

Baca juga: Hari Kartini, Tina Toon Cerita Pengalaman Terjun ke Politik hingga Megawati yang Menginspirasinya

Menurut dia, apa yang telah dilakukan oleh Kartini tidak lepas karena dirinya memiliki mimpi-mimpi.

"Kalau kita bicara soal ibu Raden Ajeng Kartini, semua berawal dari mimpi. Karena kalau kata lagu 'Laskar Pelangi', 'mimpi adalah kunci'. Berdirinya Kiky Saputri sebagai seorang stand-up comedian, itu juga berawal dari mimpi," kata Kiky dalam talkshow yang dipantau secara daring, Rabu (21/4/2021).

Usai menyampaikan hal itu, Kiky pun bercerita soal latar belakang pendidikannya yang seorang guru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, menjadi seorang guru bukanlah keinginannya. Kiky mengatakan, ia justru menginginkan untuk kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik karena ketertarikan akan dunia politik.

"Dulu zaman Kiky SMA, Kiky pengin banget kuliah ambil sosial politik. Pengin banget masuk ke dunia politik. Beneran, ini cerita real," ujarnya.

Baca juga: Puan Maharani Ajak Generasi Muda Bangun Cerita Baru dari Kisah Hidup Kartini

Namun, keinginannya tersebut lantas sempat berbelok karena ibu Kiky menginginkan anaknya menjadi guru.

Menurut Kiky, orangtuanya berharap dirinya sebagai perempuan untuk tidak terjun ke dunia politik.

"Mending jadi guru, berangkat pagi, pulang 3 sore. Terus ngurus anak suami, anak murid libur, kita ikutan libur. Kiky jalanin perintah orangtua, makanya Kiky ambil kuliah keguruan," cerita dia.

Namun, Kiky mengaku tak pernah menghilangkan mimpi untuk berkiprah dalam dunia politik.

Saat menjalani profesi sebagai guru, perempuan berusia 25 tahun ini kemudian mencoba peruntungan menjadi komika atau stand up comedian.

Baca juga: Peringatan Hari Kartini, Menteri PPPA Ajak Perempuan di Tanah Air Teruskan Perjuangan dan Semangat Kartini

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Covid-19 Sebut Jumlah Pemeriksaan PCR Tidak Dikurangi

Satgas Covid-19 Sebut Jumlah Pemeriksaan PCR Tidak Dikurangi

Nasional
POGI Rekomendasikan Vaksinasi Covid-19 terhadap Ibu Hamil

POGI Rekomendasikan Vaksinasi Covid-19 terhadap Ibu Hamil

Nasional
Pemerintah Diminta Segera Fungsikan Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pemerintah Diminta Segera Fungsikan Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Nasional
[POPULER NASIONAL] Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Covid-19 | Polri Minta Maaf soal Pemerkosaan oleh Polisi

[POPULER NASIONAL] Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Covid-19 | Polri Minta Maaf soal Pemerkosaan oleh Polisi

Nasional
POGI Ingatkan Risiko Persalinan Prematur akibat Covid-19

POGI Ingatkan Risiko Persalinan Prematur akibat Covid-19

Nasional
Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko: Covid-19 Menyerang Tak Pandang Bulu

Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko: Covid-19 Menyerang Tak Pandang Bulu

Nasional
Covid-19 Melonjak Drastis, Moeldoko Minta Masyarakat Saling Jaga dengan 5M

Covid-19 Melonjak Drastis, Moeldoko Minta Masyarakat Saling Jaga dengan 5M

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Terapkan Mekanisme PPKM Mikro secara Benar

Satgas Covid-19 Minta Pemda Terapkan Mekanisme PPKM Mikro secara Benar

Nasional
Rekor Kasus Harian Covid-19, Peningkatan Dua Kali Lipat di Pulau Jawa

Rekor Kasus Harian Covid-19, Peningkatan Dua Kali Lipat di Pulau Jawa

Nasional
Vonis 4 Tahun Penjara bagi Rizieq Shihab dalam Kasus 'Swab Test' RS Ummi

Vonis 4 Tahun Penjara bagi Rizieq Shihab dalam Kasus "Swab Test" RS Ummi

Nasional
Moeldoko Menyayangkan Masih Ada Masyarakat Abaikan Bahaya Pandemi Covid-19

Moeldoko Menyayangkan Masih Ada Masyarakat Abaikan Bahaya Pandemi Covid-19

Nasional
Satgas Minta Pasien Covid-19 Patuhi Prosedur Isolasi Mandiri

Satgas Minta Pasien Covid-19 Patuhi Prosedur Isolasi Mandiri

Nasional
Satgas: Tak Perlu Panik dan Buru-buru ke RS jika Hasil PCR Positif Covid-19

Satgas: Tak Perlu Panik dan Buru-buru ke RS jika Hasil PCR Positif Covid-19

Nasional
Targetkan Vaksinasi Selesai Akhir Tahun, Menkes: Penyuntikan Vaksin Harus 2 Juta Per Hari

Targetkan Vaksinasi Selesai Akhir Tahun, Menkes: Penyuntikan Vaksin Harus 2 Juta Per Hari

Nasional
Satgas: Tak Semua Pasien Covid-19 Harus ke RS, Dahulukan yang Bergejala Sedang-Berat

Satgas: Tak Semua Pasien Covid-19 Harus ke RS, Dahulukan yang Bergejala Sedang-Berat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X