Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Kompas.com - 21/04/2021, 19:20 WIB
Tatang Guritno,
Krisiandi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta pemerintah untuk menghentikan vaksinasi pada kelompok masyarakat non-rentan Covid-19.

Wakil Ketua Bidang YLBHI Aditia Bagus Santoso menyebut saat ini, vaksinasi Covid-19 justru tidak diprioritaskan pada kelompok rentan seperti lansia, kelompok masyarakat dengan penyakit bawaan atau komorbid, serta masyarakat yang tinggal di daerah dengan risiko penularan tinggi.

Padahal saat ini, lanjut Aditia, Indonesia sedang menghadapi embargo vaksin dari negara lain seperti India yang mengalami kembali peningkatan kasus penularan Covid-19. Kondisi ini, kata dia, sangat ironis. 

Baca juga: Satgas: Vaksinasi Tak Tutup Kemungkinan Seseorang Terpapar Covid-19

“Padahal WHO telah merekomendasikan bahwa kelompok rentan antara lain lansia, mereka dengan komorbid, dan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan penularan tinggi diprioritaskan untuk divaksinasi setelah tenaga kesehatan dalam rangka pengendalian pandemi,” papar Aditia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (21/4/2021).

Aditia mengkritik jumlah pemberian vaksin berdasarkan data Kemenkes 20 April. Ia menyebut pemberian dosis pertama vaksinasi Covid-19 pada kelompok lansia baru menyentuh angka 10,47 persen.

“Dan hanya 4,74 persen orang sepuh tersebut yang sudah mendapatkan dosis lengkap vaksinasi,” sambung dia.

Saat cakupan vaksinasi untuk lansia masih rendah, Aditia menyayangkan pemberian vaksinasi pada selebgram, influencer hingga pelaku seni.

“Disaat cakupan vaksinasi untuk orang tua atau kakek nenek masih rendah, vaksinasi justru diberikan terdahulu pada selebgram, influencer, artis, dan pelaku seni lainnya yang bukan merupakan kelompok rentan,” ungkap Aditia.

Aditia menuturkan, berdasarkan laporan yang diterima LBH, YLBHI dan LaporCovid-19 lansia masih mengalami kesulitan mengakses vaksin Covid-19.

“Misalnya banyak lansia di beberapa daerah seperti Depok, Semarang, DIY, dan Kabupaten Bandung Barat yang belum mendapatkan vaksinasi,” kata dia.

Baca juga: KILLCOVID19 Jemput Bola Vaksinasi Lansia, Kerahkan Bus hingga Tenaga Medis

“Ini jelas meunjukan pengabaian atas hak hidup sehat serta perlindungan kesehatan dan dari ancaman kematian karena Covid-19 bagi kelompok rentan. Sekaligus menunjukkan kekacauan program vaksinasi dan pengendalian pandemi di Tanah Air,” tutur Aditia.

Maka Aditia mendesak pemerintah untuk menghentikan vaksinasi pada seluruh kelompok non rentan dan memastikan seluruh sasaran kelompok rentan mendapatkan vaksinasi Covid-19 sesegera mungkin.

“Kami mendesak pemerintah untuk menghentikan vaksinasi kepada seluruh kelompok non rentan, dan memastikan seluruh sasaran kelompok rentan mendapatkan vaksinasi sesegera mungkin sebagai upaya perlindungan akan infeksi Covid-19,” pungkas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

INA Digital Mulai Operasi September 2024, Prioritaskan 9 Layanan

INA Digital Mulai Operasi September 2024, Prioritaskan 9 Layanan

Nasional
Jampidsus Dilaporkan ke KPK atas Dugaan Korupsi Lelang Barang Rampasan Negara

Jampidsus Dilaporkan ke KPK atas Dugaan Korupsi Lelang Barang Rampasan Negara

Nasional
Sindir Kementerian yang Punya 5.000 Aplikasi, Jokowi: Ruwet, Perlu Kita Setop

Sindir Kementerian yang Punya 5.000 Aplikasi, Jokowi: Ruwet, Perlu Kita Setop

Nasional
Entaskan Defisit Protein Hewani Daerah Pelosok, Dompet Dhuafa Kenalkan Program Tebar Hewan Kurban di Kurbanaval Goes To Hypermart

Entaskan Defisit Protein Hewani Daerah Pelosok, Dompet Dhuafa Kenalkan Program Tebar Hewan Kurban di Kurbanaval Goes To Hypermart

Nasional
Tanggapi Keluhan Ikang Fawzi soal Layanan, Dirut BPJS: Jangan Digeneralisir, Saat Itu Lagi Perbaikan

Tanggapi Keluhan Ikang Fawzi soal Layanan, Dirut BPJS: Jangan Digeneralisir, Saat Itu Lagi Perbaikan

Nasional
Kabulkan Eksepsi Gazalba Saleh, Hakim: Jaksa KPK Bisa Ajukan Lagi

Kabulkan Eksepsi Gazalba Saleh, Hakim: Jaksa KPK Bisa Ajukan Lagi

Nasional
Ada 27.000 Aplikasi Milik Pemerintah, Jokowi: Tidak Terintegrasi dan Tumpang Tindih

Ada 27.000 Aplikasi Milik Pemerintah, Jokowi: Tidak Terintegrasi dan Tumpang Tindih

Nasional
Kabulkan Eksepsi Gazalba Saleh, Hakim: KPK Tak Dapat Delegasi dari Jaksa Agung

Kabulkan Eksepsi Gazalba Saleh, Hakim: KPK Tak Dapat Delegasi dari Jaksa Agung

Nasional
Jajak Pendapat Litbang 'Kompas', Hanya 18 Persen Responden yang Tahu UU MK Sedang Direvisi

Jajak Pendapat Litbang "Kompas", Hanya 18 Persen Responden yang Tahu UU MK Sedang Direvisi

Nasional
Caleg PKS Aceh Tamiang Berstatus Buron Kasus Narkoba, Sempat Kabur 3 Minggu

Caleg PKS Aceh Tamiang Berstatus Buron Kasus Narkoba, Sempat Kabur 3 Minggu

Nasional
Jaksa Agung dan Kapolri Duduk Semobil di Tengah Isu Jampidsus Dikuntit Densus

Jaksa Agung dan Kapolri Duduk Semobil di Tengah Isu Jampidsus Dikuntit Densus

Nasional
Eksepsi Diterima, Hakim Perintahkan KPK Bebaskan Gazalba Saleh

Eksepsi Diterima, Hakim Perintahkan KPK Bebaskan Gazalba Saleh

Nasional
Kejagung Dijaga Polisi Militer Imbas Densus 88 Buntuti Jampidsus, Ini Dasar Hukumnya

Kejagung Dijaga Polisi Militer Imbas Densus 88 Buntuti Jampidsus, Ini Dasar Hukumnya

Nasional
Momen Gandeng Tangan dengan Jaksa Agung dan Kapolri, Menko Polhukam: Ingat, Sudah Gandengan, Lho...

Momen Gandeng Tangan dengan Jaksa Agung dan Kapolri, Menko Polhukam: Ingat, Sudah Gandengan, Lho...

Nasional
Jajak Pendapat Litbang 'Kompas': 72,6 Persen Responden Minta Pelibatan Masyarakat dalam Revisi UU MK

Jajak Pendapat Litbang "Kompas": 72,6 Persen Responden Minta Pelibatan Masyarakat dalam Revisi UU MK

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com