Menurut Wapres Perbankan Syariah Bertahan di Tengah Pandemi, Ini Alasannya

Kompas.com - 14/04/2021, 10:45 WIB
Wapres Ma'ruf Amin saat memberi sambutan di acara peringatan Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia 2021 secara virtual, Rabu (24/3/2021). Dok. KIP/SetwapresWapres Ma'ruf Amin saat memberi sambutan di acara peringatan Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia 2021 secara virtual, Rabu (24/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, sistem bagi hasil yang digunakan perbankan syariah menjadi alasan sektor perbankan syariah bertahan bahkan tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19.

Ma'ruf mengatakan, sama halnya seperti dalam bermudharabah atau kerja sama antara pemilik dana dan pengelola dana, sistem bagi hasil membuat kedua belah pihak memperoleh besaran keuntungan yang sama.

Baca juga: Wapres: Jumlah Perusahaan Asuransi Syariah di Indonesia Belum Diikuti Perluasan Market Share

"Jadi sistem berkeadilan ini yang membuat bank sendiri tidak mengalami negatif dan beban kepada nasabah disesuaikan dengan situasi ekonomi," ujar Ma'ruf dalam program Economic Challenges Special Ramadhan secara virtual, Selasa (13/4/2021).

Menurut Ma'ruf, hal tersebut lah yang membuat sektor perbankan syariah di Tanah Air masih bisa bertahan meski sempat berkontraksi di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Wapres: Pemerintah Susun Roadmap Pembangunan SDM Ekonomi Syariah

"Peluang ekonomi syariah tumbuh meski pandemi Covid-19 sangat besar sehingga pemerintah fokus dalam pengembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu caranya adalah dengan membangun ekosistem syariah yang berkesinambungan.

Mulai dari industri halal, sistem keuangan, hingga menumbuhkan pengusaha-pengusaha muslim yang baru maupun yang sudah eksis.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.