BNPB: 6 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Manado

Kompas.com - 18/01/2021, 11:27 WIB
Material batu, kerikil dan sampah plastik mulai dibersihkan pengelola Megamas Manado, Senin (18/1/2021) pukul 10.55 WITA KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYMaterial batu, kerikil dan sampah plastik mulai dibersihkan pengelola Megamas Manado, Senin (18/1/2021) pukul 10.55 WITA

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan data terbaru terkait banjir dan tanah longor di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara yang terjadi pada Sabtu (18/1/2021).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan per 18 Januari 2021 pukul 09.30 WIB, tercatat 6 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Kota Manado.

Adapun banjir dan tanah longsor yang terjadi tersebut adalah akibat hujan dengan intensitas tinggi pada pukul 15.09 WITA hingga membuat tinggi permukaan air mencapai 50 sampai 300 sentimeter.

“Pusdalops BNPB juga mencatat sebanyak 500 jiwa mengungsi, sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Raditya dalam keterangan tertulis, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Fakta Gelombang Pasang Terjang Pantai Manado, Tinggi Capai 4 Meter hingga Masuk Parkiran Mal

Selain itu, ia mengatakan, data sementara terkait kerugian materil akibat bencana tersebut antara lain yakni dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.

“Tim di lapangan juga masih melakukan pendataan kerusakan rumah,” kata Raditya.

Lebih lanjut, ia menyebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado sedang melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI/Polri, masyarakat dan relawan.

Selain itu, Raditya mengatakan, BPBD Kota Manado juga memberikan bantuan makanan siap saji kepada para pengungsi.

“BPBD Provinsi Sulawesi Utara bersama BPBD Kota Manado akan melakukan giat pembersihan material pascabanjir dan tanah longsor pada Senin (18/1/2021) ini,” ucap dia.

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Manado

Adapun, sejumlah kecamatan terdampak bencana ini antara lain Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang.

Menurut Raditya, berdasarkan pantauan BPBD Kota Manado, saat ini banjir telah surut dan cuaca terpantau panas.

Kendati demikian, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kota Manado berpotensi mengalami hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Oleh karena itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga di tengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021.

“Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk,” ucap Raditya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X