Kompas.com - 02/01/2021, 10:34 WIB
Warga melintasi mural bertema COVID-19 di kawasan Serangan, Yogyakarta, Selasa (1/12/2020). Gubernur DIY Sri Sultan HB X kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana wabah COVID-19 hingga 31 Desember 2020 menyusul naiknya kasus penularan COVID-19 di DIY. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa. ANTARA FOTO/Andreas Fitri AtmokoWarga melintasi mural bertema COVID-19 di kawasan Serangan, Yogyakarta, Selasa (1/12/2020). Gubernur DIY Sri Sultan HB X kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana wabah COVID-19 hingga 31 Desember 2020 menyusul naiknya kasus penularan COVID-19 di DIY. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman Herawati Sudoyo mengatakan, penanganan Covid-19 tidak bisa diselesaikan sendiri pemerintah.

Penanganan Covid-19, kata Herawati, membutuhkan kolaborasi dengan berbagai sektor mulai akademisi, media, bisnis hingga masyarakat.

"Nah kita melihat sebenarnya komunikasi publik itu akuilah memang buruk sekali," kata Hera dalam dalam acara "Satu Meja The Forum" yang ditayangkan Kompas TV, dilansir pada Sabtu (2/1/2021).

Baca juga: Daftar Penerima Vaksin Covid-19 Tahap 1 Sudah Keluar, Masyarakat Bisa Cek Secara Daring

Oleh karenanya, Herawati menyarankan, pemerintah memiliki komunikasi yang baik dan narasi yang kompak dalam penanganan Covid-19 agar tak membingungkan masyarakat.

"Kita harapkan ke depan (2021) tidak ada lagi institusi pemerintah yang memberikan perbedaan narasi. Semua jadi satu, jadi kompak karena publik itu bingung," ujarnya.

Sementara itu, budayawan Radhar Panca Dahana menilai, terjadi perubahan mendasar dari perilaku masyarakat sejak pandemi Covid-19 berlangsung di Tanah Air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, menurut Radhar, pemerintah tidak memiliki indikator untuk menunjukkan terjadinya perubahan perilaku masyarakat.

"Pemerintah tidak punya indikator yang menunjukkan ada perubahan atau tidak, padahal sebenarnya dalam pernyataannya perubahan perubahan itu terjadi," kata Radhar.

Baca juga: Ada 751.270 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Vaksinasi Mulai Pertengahan Januari

Lebih lanjut, Radhar mengatakan, selain perubahan perilaku, persoalan utama masyarakat selama pandemi adalah kesehatan dan ekonomi.

Oleh karenanya, ia berharap seluruh pihak memahami dengan baik perubahan dan persoalan mendasar tersebut.

"Di balik itu ada persoalan besar dan mendasar mengenai bagaimana kita memahami dengan baik kenyataan hidup kita saat ini," ujar Radhar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Tingginya Kasus dan Kematian akibat Covid-19 di Jawa-Bali Selama PPKM Level 4

Menilik Tingginya Kasus dan Kematian akibat Covid-19 di Jawa-Bali Selama PPKM Level 4

Nasional
Komisi II Sebut Masyarakat Ingin Desain Surat Suara Disederhanakan

Komisi II Sebut Masyarakat Ingin Desain Surat Suara Disederhanakan

Nasional
KPK Dalami Dokumen Pencairan Dana Pengadaan Lahan Munjul Senilai Rp 1,8 Triliun

KPK Dalami Dokumen Pencairan Dana Pengadaan Lahan Munjul Senilai Rp 1,8 Triliun

Nasional
Dicecar Soal Sunat Vonis Pinangki dan Djoko Tjandra, Ini Jawaban Calon Hakim Agung Aviantara

Dicecar Soal Sunat Vonis Pinangki dan Djoko Tjandra, Ini Jawaban Calon Hakim Agung Aviantara

Nasional
RI Terima 500.000 Dosis Vaksin Sinopharm, Total Stok 8 Juta Dosis

RI Terima 500.000 Dosis Vaksin Sinopharm, Total Stok 8 Juta Dosis

Nasional
Calon Hakim Agung Dwiwarso Anggap Penanganan Kasus Narkoba Tak Bisa Represif

Calon Hakim Agung Dwiwarso Anggap Penanganan Kasus Narkoba Tak Bisa Represif

Nasional
Mahfud Dorong Kolaborasi ASEAN untuk Pemulihan Pasca-pandemi Covid-19

Mahfud Dorong Kolaborasi ASEAN untuk Pemulihan Pasca-pandemi Covid-19

Nasional
Calon Hakim Agung Nilai Hukuman Mati Masih Diperlukan dalam Keadaan Khusus

Calon Hakim Agung Nilai Hukuman Mati Masih Diperlukan dalam Keadaan Khusus

Nasional
Kasetpres: Anggaran Pengecatan Ulang Pesawat Kepresidenan Sudah Dialokasikan di APBN

Kasetpres: Anggaran Pengecatan Ulang Pesawat Kepresidenan Sudah Dialokasikan di APBN

Nasional
Menko PMK Temukan Banyak Warga Kampung Nelayan yang Belum Terima Bansos

Menko PMK Temukan Banyak Warga Kampung Nelayan yang Belum Terima Bansos

Nasional
Wapres: Diperlukan Koordinasi Gubernur DKI, Jabar, dan Banten dalam Penanganan Covid-19 di Wilayah Aglomerasi Jabodetabek

Wapres: Diperlukan Koordinasi Gubernur DKI, Jabar, dan Banten dalam Penanganan Covid-19 di Wilayah Aglomerasi Jabodetabek

Nasional
Percepat Penanganan Covid-19, Wapres Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Percepat Penanganan Covid-19, Wapres Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Nasional
Aturan Lengkap PPKM Level 3 di Jawa dan Bali...

Aturan Lengkap PPKM Level 3 di Jawa dan Bali...

Nasional
Luhut Sebut Kegiatan Ekonomi Bisa Dibuka Bertahap September, Ini Syaratnya

Luhut Sebut Kegiatan Ekonomi Bisa Dibuka Bertahap September, Ini Syaratnya

Nasional
Indonesia Terima Tambahan Dukungan Penanganan Pandemi dari AS Senilai 30 Juta Dollar AS

Indonesia Terima Tambahan Dukungan Penanganan Pandemi dari AS Senilai 30 Juta Dollar AS

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X