Kompas.com - 16/11/2020, 14:03 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir di kantor Pusat Dewan Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir di kantor Pusat Dewan Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (16/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan semua pihak, khususnya pemuka agama Islam, untuk tidak membawa agama ke pusaran konflik.

"Konflik atas nama agama ini harus kita cegah, karena apa? Sekali agama masuk pada arena konflik, itu intensitas konflik itu akan sangat keras," kata Haedar dalam konferensi pers virtual, Senin (16/11/2020).

Ia menegaskan, konflik atas nama agama harus dapat dicegah. Hal itu disebabkan atas kekhawatiran munculnya sakralisasi agama itu sendiri.

Ia pun membandingkan bagaimana dampak yang muncul antara konflik atas dasar agama dengan ekonomi.

"Urusan sepak bola ya paling antara kesebelasan, kalau urusannya soal batas antar tetangga gitu urusannya hanya fisik, atau ekonomi urusannya paling soal keuntungan. Politik juga paling batasnya siapa memperoleh apa yang satu sama lain berbeda, tetapi ketika agama masuk itu dimensi sakralisasinya kuat," jelasnya.

Baca juga: Muhammadiyah Akan Kaji RUU Larangan Minuman Beralkohol

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kelompok agama, tokoh agama, hingga umat, agar selalu hidup beragama dengan semakin bijaksana.

Caranya, kata dia, dengan meletakkan nilai-nilai rohani dan etika yang bisa menjembatani diri dengan sesama dalam relasi yang inklusif.

Sebaliknya, jika pemeluk agama menempatkan diri secara eksklusif maka dapat memicu terjadinya konflik agama.

"Kalau kita eksklusif dan hanya ingin mementingkan kelompok dan golongannya sendiri, itu nanti yang terjadi konflik atas nama agama, dan sekali konflik atas agama itu muncul itu memudarnya susah," ucapnya.

Secara khusus, ia mengajak tokoh agama Islam agar menghadirkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan membawa nilai luhur akhlak mulia.

Baca juga: PP Muhammadiyah: Disiplin Protokol Kesehatan adalah Ikhtiar Hadapi Pandemi

Lanjutnya, apabila para tokoh tersebut belum bisa mengarah ke sana, setidaknya harus pasif dan tidak berbuat hal sebaliknya.

"Maka kita berharap termasuk tentu Muhammadiyah harus memberi teladan bagaimana menghadirkan Islam yang membawa nilai-nilai luhur akhlak mulia dan menebar nilai-nilai rahmat bagi lingkungan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Nasional
Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Nasional
Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Nasional
Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Nasional
Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Nasional
Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Nasional
Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X