Menko PMK Minta Pemerintah Daerah Percepat Pengembangan Pengolahan Limbah Medis

Kompas.com - 13/11/2020, 11:57 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020). Dok. Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota untuk berupaya melakukan pengembangan percepatan pengelolahan limbah medis.

Menurut dia, pengolahan limbah medis yang cepat dan tepat dapat melindungi manusia dari penyakit menular.

"Agar berupaya melakukan percepatan dalam mengembangkan pengolahan limbah medis di daerah masing-masing sesuai dengan kewenangannya," kata kata Muhadjir dalam Seruan Nasional Akselerasi Penanganan Limbah Medis secara virtual, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Terawan: Kelola Limbah Medis Sesuai Syarat untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Muhadjir juga mendorong penerapan praktik pengelolaan limbah medis sesuai persyaratan yang ada.

Serta mendorong adanya koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk mendukung pengolahan limbah medis.

"Berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan seperti kementerian dan lembaga pemerintah, swasta lembaga non pemerintah fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.

"Dan masyarakat sipil untuk bersama-sama melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkesinambungan sesuai dengan kewenangan masing-masing," ucap dia.

Baca juga: Limbah Medis Covid-19 Ditemukan di Pinggir Jalan Kabupaten Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

Adapun pandemi corona virus yang terjadi saat ini membuat volume limbah medis meningkat. Tak hanya di Indonesia, tetapi hampir di seluruh negara di dunia.

Hal ini menjadi masalah tersendiri karena limbah medis yang dibuang begitu saja dapat membawa dampak bagi kesehatan.

Limbah medis yang diduga terkait dengan penanganan wabah Covid-19 seperti masker, sarung tangan, dan tisu ditemukan tercecer di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu, Kota Bekasi dan TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X