Peringatan Hari Santri, Ketua DPR: Perkuat Gotong Royong Hadapi Pandemi Covid-19

Kompas.com - 22/10/2020, 12:11 WIB
Ketua DPR Puan Maharani dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dokumen DPR RIKetua DPR Puan Maharani dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober merupakan momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Dalam konteks masa kini, ia mengingatkan tentang pandemi Covid-19 yang berdampak pada aspek sosial-ekonomi masyarakat.

"Semangat ini harus kita kuatkan kembali, yakni kebersamaan menghadapi pandemi Covid-19," kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Hari Santri Nasional, Wapres Ingin Pesantren Lahirkan Santri Gus Iwan

Menurut Puan, berdasarkan catatan sejarah, sikap cinta Tanah Air merupakan nilai yang bisa diteladani dari para santri.

Hal ini sejalan dengan penetapan Hari Santri Nasional yang didasarkan pada resolusi jihad yang dicetuskan dan dibacakan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945.

Resolusi ini didukung oleh tokoh-tokoh dari berbagai organisasi islam lainnya, seperti Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dan Matlaul Anwar.

"Semoga keteladanan para santri dan jihad cinta Tanah Air menjadi semangat yang nyalakan cita-cita kita untuk terus gotong royong membangun Indonesia," ujar Puan.

Puan berharap para santri di masa kini dan mendatang menjadi agen perubahan bagi Indonesia.

Baca juga: Peringati Hari Santri, Menteri Agama Apresiasi Konsep Resolusi Jihad

Ia pun menyatakan DPR berkomitmen mendukung pendidikan pondok pesantren melalui produk undang-undang. Pada 2019, terbit UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Ia mendorong agar pemerintah segera menyusun peraturan turunan UU Pesantren.

"Dengan adanya aturan turunan UU Pesantren, DPR RI berharap pesantren dapat lebih berkembang lewat program afirmasi serta fasilitas seperti rumah susun (rusun) bagi pesantren, pusat kesehatan pesantren, pendidikan vokasi di pesantren, dan lainnya," kata dia.

Baca juga: Ketum PBNU: Santri Harus Berjihad untuk Bantu Tanggulangi Wabah Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X