Hari Santri Nasional, Wapres Ingin Pesantren Lahirkan Santri "Gus Iwan"

Kompas.com - 22/10/2020, 11:34 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara 1st International Conference on Islamic Civilization (1st ICIC) yang digelar Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) secara daring, Kamis (27/8/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara 1st International Conference on Islamic Civilization (1st ICIC) yang digelar Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) secara daring, Kamis (27/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap pesantren dapat melahirkan santri yang "Gus Iwan". Santri "Gus Iwan" artinya santri yang bagus, pintar mengaji dan usahawan.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional 2020 yang digelar secara daring, Kamis (22/10/2020).

"Santri sekarang harus jadi santri Gus Iwan. Pesantren harus melahirkan santri Gus Iwan, santri bagus, pintar ngaji, usahawan," kata Ma'ruf.

Baca juga: Menurut Wapres, Wakaf di Indonesia Masih Terbatas pada Tujuan Sosial

Menurut Ma'ruf, pesantren harus berperan menjadi pusat pemberdayaan para santrinya dari segi perekonomian.

"Jadi ngajinya pintar, dakwah pintar, tapi enterpreneur. Ini hal yang harus dikembangkan. Peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan bisa dilakukan," kata Ma'ruf.

Oleh karena itu, ia pun berharap pesantren mulai membangun dan melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap para santri tersebut.

Baca juga: Peringati Hari Santri, Menteri Agama Apresiasi Konsep Resolusi Jihad

Apalagi, kata dia, saat ini semangat untuk itu mulai tumbuh di pesantren-pesantren seiring dengan target pemerintah yang juga akan mengembangkan ekonomi syariah, antara lain dengan pembangunan bank-bank wakaf untuk ultra mikro di pesantren.

"Hari ini kita sekaligus mencanangkan itu. Banyak pesantren yang sudah memulai tapi kami ingin semua pesantren jadi pusat pemberdayaan ekonomi baik sektor keuangan maupun riil," kata dia.

Selain itu, Ma'ruf berharap agar pesantren segera bangkit dan menciptakan santri-santri yang tidak hanya pandai mengaji dan berdakwah, tetapi juga berwirausaha.

"Mari kita bangkit untuk menjadi lembaga santri santri yang kuat sehingga negara juga menjadi kuat," ucap dia. 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X