Penjelasan Kejagung soal Isu Anak Buah Mantan JAM Dampingi Petugas Cleaning Service yang Diperiksa

Kompas.com - 01/10/2020, 13:24 WIB
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kasus Djoko Tjandra di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa (4/8/2020). Kejaksaan Agung (Kejagung) mendalami dugaan adanya pelanggaran pidana yang dilakukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pertemuannya dengan Djoko Tjandra.   ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.  *** Local Caption ***   ANTARA FOTO/RENO ESNIRKapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kasus Djoko Tjandra di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa (4/8/2020). Kejaksaan Agung (Kejagung) mendalami dugaan adanya pelanggaran pidana yang dilakukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pertemuannya dengan Djoko Tjandra. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww. *** Local Caption ***
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung angkat bicara perihal isu soal anak buah mantan Jaksa Agung Muda (JAM) yang mendampingi petugas cleaning service yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung.

Petugas cleaning service tersebut diduga memiliki saldo rekening dengan nominal ratusan juta rupiah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, apa yang dilakukan petugas Kejaksaan tersebut bukan dalam rangka mendampingi, tetapi mengamankan.

"Ini yang kemarin adalah proses penyelidikan supaya penyelidikan lancar, memberikan keterangan seluas-luasnya, maka fungsi pengamanan organisasi mengamankan itu," kata Hari, Rabu (30/9/2020), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Polisi Telusuri Rekening Cleaning Service dengan Saldo Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus Kebakaran Kejagung

Jadi, kapasitas petugas itu bukan sebagai anak buah mantan dari mantan Jaksa Agung Muda, tetapi sebagai petugas Kejaksaan Agung.

Anggota yang menjalankan tugas pengamanan tersebut termasuk dalam Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO).

Mereka berada di bawah Bidang Intelijen Kejagung.

Hari mengatakan, anggota PAM SDO bekerja berdasarkan perintah dan tidak tergantung pada pejabat terdahulu.

Apabila pejabat terdahulu berganti jabatan, maka anggota PAM SDO akan mendapatkan perintah dari atasannya dan bertugas dalam lingkup pengamanan sumber daya organisasi.

"Artinya pejabat terdahulu sudah berganti dengan jabatan sekarang, maka PAM SDO mendapat perintah dari pejabat atau atasan yang bersangkutan untuk selalu memposisikan pengamanan sumber daya organisasi," ucapnya.

Baca juga: Kabar Pengusutan Kebakaran Kejagung, Dugaan Pidana hingga Cleaning Service Mencurigakan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X