Megawati: Pilkada 2020 Bagian dari Regenerasi Menuju 2024

Kompas.com - 11/08/2020, 17:55 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan pengarahan kepada 75 pasangan calon kepala daerah, Selasa (11/8/2020). Dokumen PDI-PKetua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan pengarahan kepada 75 pasangan calon kepala daerah, Selasa (11/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, para pasangan calon usungan PDI-P di Pilkada 2020 merupakan bagian dari agenda regenerasi menuju 2024.

Ia mengatakan, Pemilu 2024 nanti merupakan masa bagi kaum milenial maju sebagai calon pemimpin.

"Dengan diumumkannya calon Pilkada 2020, ini sebenarnya adalah sebuah pemikiran ke depan yang saya bilang visioner untuk supaya kita sudah siap, siap, untuk nanti maju ke 2024," kata Mega saat memberikan arahan kepada 75 paslon usungan PDI-P, Selasa (11/8/2020).

Menurut Mega, regenerasi kepemimpinan ini terjadi di berbagai belahan dunia lainnya.

Baca juga: Megawati ke Bakal Calon Kepala Daerah Usungan PDI-P: Korupsi Tidak Bisa Disembunyikan

Presiden Joko Widodo, kata Mega, juga mengamini bahwa kalangan milenial akan jadi bagian dari regenerasi kepemimpinan tersebut.

Mega pun mengatakan, banyak label yang disematkan kepada kalangan milenial. Misalnya, berwawasan luas dan maju ke depan.

Namun, ia menilai hal-hal tersebut akan berarti jika dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

"Seperti tadi sekali lagi yang saya katakan, keilmuan dari suatu manusia terbukti dia dapat melakukan sebuah hal gerakan yang dinamakan mengorganisir rakyat, memberian tujuan kepada rakyat. Maunya di bawa ke mana? Pasti semuanya adalah menjalankan konstitusi republik kita ini," tuturnya.

Baca juga: Ini Pesan Megawati bagi Paslon Kepala Daerah agar Dipilih Dua Kali

Mega menegaskan, para paslon yang diusung PDI-P tidak boleh sekadar memikirkan diri sendiri.

Ia mengingatkan bahwa mereka membawa tanggung jawab besar bagi masa depan bangsa.

"Mereka semua adalah petugas partai yang harus memahami bahwa berpolitik itu memikul tanggung jawab besar bagi keselamatan, keutuhan, dan masa depan bangsa dan negara," tegas Mega.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada, Ancaman Klaster Covid-19, dan Desakan untuk Menunda

Pilkada, Ancaman Klaster Covid-19, dan Desakan untuk Menunda

Nasional
Pemerintah Kaji Dua Opsi untuk Perppu Pilkada 2020

Pemerintah Kaji Dua Opsi untuk Perppu Pilkada 2020

Nasional
Mendikbud: Tidak Ada Penghapusan Pelajaran Sejarah dari Kurikulum Nasional

Mendikbud: Tidak Ada Penghapusan Pelajaran Sejarah dari Kurikulum Nasional

Nasional
[POPULER NASIONAL] Ahok Diminta Benahi Internal Pertamina | Penambahan Kasus Harian Covid-19 Nyaris Tembus 4.000 Orang

[POPULER NASIONAL] Ahok Diminta Benahi Internal Pertamina | Penambahan Kasus Harian Covid-19 Nyaris Tembus 4.000 Orang

Nasional
Kejagung Tangkap Terpidana Korupsi Rp 41 Miliar, Buron 10 Tahun

Kejagung Tangkap Terpidana Korupsi Rp 41 Miliar, Buron 10 Tahun

Nasional
Mendagri Sebut Perppu Baru untuk Pilkada 2020 Sedang Dikaji

Mendagri Sebut Perppu Baru untuk Pilkada 2020 Sedang Dikaji

Nasional
Mendagri Kirim Surat ke KPU, Tak Setuju Konser dan Rapat Umum di Pilkada 2020

Mendagri Kirim Surat ke KPU, Tak Setuju Konser dan Rapat Umum di Pilkada 2020

Nasional
Sekjen PDI-P Nilai PIlkada Tak Bisa Ditunda meski Ada Pandemi Covid-19

Sekjen PDI-P Nilai PIlkada Tak Bisa Ditunda meski Ada Pandemi Covid-19

Nasional
Stafsus Sebut Jokowi Tengah Bahas Rancangan Perppu Pilkada

Stafsus Sebut Jokowi Tengah Bahas Rancangan Perppu Pilkada

Nasional
Kronologi TNI AL Tangkap Dua Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna Utara

Kronologi TNI AL Tangkap Dua Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna Utara

Nasional
Sekjen MUI: Kalau Pilkada Perparah Covid-19, Lebih Baik Ditunda

Sekjen MUI: Kalau Pilkada Perparah Covid-19, Lebih Baik Ditunda

Nasional
Sebaran 3.989 Kasus Baru Covid-9, DKI Jakarta Tertinggi dengan 1.138

Sebaran 3.989 Kasus Baru Covid-9, DKI Jakarta Tertinggi dengan 1.138

Nasional
KPU Usulkan Metode Tambahan untuk Pilkada 2020 Berupa Kotak Suara Keliling

KPU Usulkan Metode Tambahan untuk Pilkada 2020 Berupa Kotak Suara Keliling

Nasional
UPDATE 20 September: 2.922.648 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 20 September: 2.922.648 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Pandemi Covid-19 Capai Tingkat Darurat, PBNU Minta Pilkada 2020 Ditunda

Pandemi Covid-19 Capai Tingkat Darurat, PBNU Minta Pilkada 2020 Ditunda

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X