Kompas.com - 22/07/2020, 18:31 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat diwawancarai wartawan seusai menyampaikan pemaparan dalam kongres Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) ke-31 di Aula Gereja Katedral Xaverius Ambon, Minggu (9/2/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat diwawancarai wartawan seusai menyampaikan pemaparan dalam kongres Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) ke-31 di Aula Gereja Katedral Xaverius Ambon, Minggu (9/2/2020)
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto, menyatakan seluruh keputusan soal calon presiden-calon wakil presiden berada di tangan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan Hasto itu menjawab pertanyaan soal tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjara Pranowo dalam survei tentang calon presiden yang dirilis Survei Indikator Politik Indonesia.

"Kongres telah menetapkan Ibu Ketua Umum yang nanti menetapkan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2024 yang akan datang," kata Hasto dalam konferensi pers dari kantor DPP PDI-P, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Elektabilitas Prabowo di Bawah Ganjar dan Anies, Gerindra: Prabowo Tak Mencitrakan Diri

Ia pun mengatakan hingga saat ini partai belum menyentuh pembahasan perihal Pilpres 2024.

Menurut Hasto, tahap-tahap dan proses menuju pilpres masih sangat panjang.

"Tahapan-tahapan yang menjadi prioritas PDI-P saat ini adalah konsolidasi dalam rangka Pilkada Serentak 2020. Pilpres ada tahapan sendiri nanti untuk dibahas," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasto menjelaskan, PDI-P memiliki banyak pertimbangan dalam menentukan seorang capres-cawapres. Di antaranya berlandaskan pada survei dan aspirasi rakyat.

Pada saat bersamaan, PDI-P juga mengedepankan pentingnya regenerasi kepemimpinan.

"Survei itu setiap saat bisa berubah, itu menjadi alat, tetapi bagi kami bagaimana pilpres nantinya itu juga menjadi proses regenerasi kepemimpinan yang berjalan dengan baik yang dipersiapkan partai," kata Hasto.

"Karena dari calon presiden dan calon wakil presiden, kemudian calon anggota legislatif, calon kepala daerah, itu menjalankan tugas dan kewajiban yang diberikan partai, khususnya oleh Ibu Ketua Umum," lanjut Hasto.

Hasil survei lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengatakan elektabilitas Ganjar Pranowo meningkat dalam survei tentang calon presiden.

Baca juga: Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Unggul dari Anies dan Prabowo

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, elektabilitas Ganjar sebesar 16,2 persen pada Juli 2020. Angka tersebut meningkat dari elektebilitas 11,8 persen pada Mei 2020.

Kemudian, disusul oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas sebesar 15 persen dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan 13,5 persen.

"Ada tiga, Ganjar, Anies dan Pak Prabowo ini tidak secara signifikan ya. Tiga nama ini, Ganjar berada di peringkat pertama tapi tidak berbeda secara signifikan dengan Anies," kata Burhanuddin dalam pemaparannya secara virtual, Selasa (21/7/2020).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.