Komisi X: Ada Ketimpangan Akses Teknologi dalam Pelaksanaan Belajar Daring

Kompas.com - 04/06/2020, 19:47 WIB
Kepala sekolah SMP N 4 Bawang Mulud Sugito (tengah) bersama guru wiyata menyerahkan lembar tugas soal kepada siswa yang belajar di rumah di Pranten, Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2020). Sejak diberlakukannya belajar di rumah untuk siswa saat adanya pandemi COVID-19, sejumlah guru dan siswa yang belum menguasai teknologi menerapkan jemput bola oleh guru di rumah siswa dengan mengantar lembar penugasan penilaian akhir tahun dengan berjalan melalui perbukitan yang menempuh jarak sekitar satu kilometer. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/hp. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana PutraKepala sekolah SMP N 4 Bawang Mulud Sugito (tengah) bersama guru wiyata menyerahkan lembar tugas soal kepada siswa yang belajar di rumah di Pranten, Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2020). Sejak diberlakukannya belajar di rumah untuk siswa saat adanya pandemi COVID-19, sejumlah guru dan siswa yang belum menguasai teknologi menerapkan jemput bola oleh guru di rumah siswa dengan mengantar lembar penugasan penilaian akhir tahun dengan berjalan melalui perbukitan yang menempuh jarak sekitar satu kilometer. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/hp.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai masih ada ketimpangan akses teknologi yang nyata dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring di masa pandemi Covid-19 ini.

Hetifah mengatakan, ketimpangan ini disebabkan berbagai faktor.

Salah satunya, faktor infrastruktur dan peralatan yang ada di sekolah-sekolah di berbagai daerah.

"Jelas masih ada ketimpangan. Ada ketimpangan wilayah, tapi juga antar sekolah dan keluarga di suatu wilayah," ujar Hetifah saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Menko PMK: Semester Depan Masih Belajar Daring

Selain itu, pengetahuan dan kecakapan memanfaatkan teknologi juga menjadi faktor.

Menurut Hetifah, literasi digital baik siswa maupun guru di daerah lain dapat berbeda-beda.

"Ada juga ketimpangan pengetahuan dan ketrampilan dan memanfaatkan teknologi," kata dia.

Ia pun menyatakan Komisi X DPR terus mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di berbagai daerah pulau-pulau lain.

Baca juga: Komisi X DPR Minta Pemerintah Jamin Akses Teknologi bagi Siswa untuk Belajar Daring

Hetifah mengatakan upaya pemerintah mengatasi kesenjangan teknologi dengan memberikan subisidi pembelian kuota melalui dana BOS hingga memberikan materi ajar melalui TVRI dan RRI belum sepenuhnya cukup.

"Yang masih menjadi PR adalah mereka yang tidak memiliki akses internet maupun listrik. Kedepannya kami akan terus dorong Kemendikbud untuk belerjasama dengan Kominfo melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi hingga ke daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal," tutur Hetifah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Nasional
OTT Bupati Banggai Laut, KPK Juga Tangkap Pihak Swasta

OTT Bupati Banggai Laut, KPK Juga Tangkap Pihak Swasta

Nasional
Ahli Epidemiologi: Ada 4 Indikator untuk Mengukur Keberhasilan Penanganan Pandemi

Ahli Epidemiologi: Ada 4 Indikator untuk Mengukur Keberhasilan Penanganan Pandemi

Nasional
Penyidik Punya Waktu 1x24 Jam Tentukan Status Penahanan Ustaz Maaher

Penyidik Punya Waktu 1x24 Jam Tentukan Status Penahanan Ustaz Maaher

Nasional
Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Nasional
Wapres Minta Pengusaha Sumbang Inisiatif Tangani Covid-19

Wapres Minta Pengusaha Sumbang Inisiatif Tangani Covid-19

Nasional
Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Nasional
Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Nasional
Pasien Positif Covid-19 Tetap Dapat Memilih pada Pilkada, Ini Mekanismenya

Pasien Positif Covid-19 Tetap Dapat Memilih pada Pilkada, Ini Mekanismenya

Nasional
Long Covid Mengintai 'Survivor' Covid-19 Bergejala Sedang hingga Kritis

Long Covid Mengintai "Survivor" Covid-19 Bergejala Sedang hingga Kritis

Nasional
Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Nasional
Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

Nasional
Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

Nasional
BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X