KILAS

Penanganan Wabah Covid-19, PCR dan Rapid Test Saling Melengkapi

Kompas.com - 15/05/2020, 15:48 WIB
Warga mengikuti rapid test covid-19 massal yang digelar Badan Intelijen Negara di Pasar Bogor, Senin (11/5/2020). Sebanyak 500 orang warga mengikuti rapid test ini guna mencegah penyebaran virus corona. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWarga mengikuti rapid test covid-19 massal yang digelar Badan Intelijen Negara di Pasar Bogor, Senin (11/5/2020). Sebanyak 500 orang warga mengikuti rapid test ini guna mencegah penyebaran virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam menghadapi wabah Covid-19, baik metode polymerase chain reaction ( PCR) maupun rapid test tetap dibutuhkan karena saling melengkapi.

Pengalaman Katarina Harsono menjadi catatan tersendiri di tengah pandemi corona yang melanda Indonesia.

Katarina, perempuan yang tinggal di Depok, Jawa Barat ini berkisah bahwa koleganya sempat mengikuti tes swab atau PCR di salah satu rumah sakit rujukan pemerintah di Kota Depok.

Namun demikian, hasil tes belum keluar hingga hampir dua pekan.

Baca juga: Warga Kalbar Diuji Rapid Test, 1.188 Orang Reaktif

"Ini hampir dua minggu nih, nunggu hasil. Lama juga ya," kata perempuan berambut panjang itu.

Sembari menanti, koleganya melakukan isolasi mandiri di rumah.

Lamanya hasil tes swab, ujar Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FIS, memang terjadi secara umum di Indonesia. "Kira-kira membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari," kata dokter yang juga Ketua Pengurus Harian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) 2017-2020 saat dihubungi pada Selasa (12/5/2020).

Merunut penjelasan Agus, lamanya hasil tes swab karena laboratorium pemeriksa sampel lendir dari hidung seseorang itu jumlahnya terbatas. Bahkan, kata Agus, hanya ada di rumah-rumah sakit milik pemerintah.

"Sementara, sampel yang harus diperiksa bisa ribuan jumlahnya," kata Agus yang juga dokter spesialis paru di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur itu.

lustrasi proses Produksi Diagonostik Kit berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Dok BIO FARMA lustrasi proses Produksi Diagonostik Kit berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).
Padahal, tes swab adalah tes paling akurat untuk menentukan seseorang terinfeksi atau tidak oleh virus corona.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X