Luhut: Hanya China yang Berhasil Terapkan Lockdown

Kompas.com - 31/03/2020, 19:07 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar pandjaitan menjawab beberapa pertanyaan terkait tindakan pemerintah tangani virus corona di akun Instagramnya, Selasa (24/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar pandjaitan menjawab beberapa pertanyaan terkait tindakan pemerintah tangani virus corona di akun Instagramnya, Selasa (24/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Luhut Binsar Panjaitan menilai, tak semua negara sukses memberlakukan lockdown dalam mengatasi wabah Covid-19.

Menurut Luhut, hanya China yang relatif sukses menerapkan lockdown. Hal itu terbukti dari berkurangnya jumlah pasien positif Covid-19 di China.

" Lockdown ini juga tidak semua tempat berhasil. Hanya China yang relatif berhasil, kan tidak lockdown juga di mana di Korea, di Italia juga tidak," ujar Luhut melalui siaran video resmi dari Kemenko Marves, Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Luhut Ungkap Alasan Jokowi Tak Segera Tetapkan Karantina Wilayah

Karena itu, kata Luhut, masing-masing negara tentu mencari cara yang paling efektif sesuai dengan situasi dan kondisi mereka.

Ia menilai, kebijakan di satu negara tak bisa ditiru mentah-mentah oleh negara lainnya untuk mengatasi wabah Covid-19.

Terlebih, lanjut Luhut, Indonesia tak mengenal istilah lockdown dalam menghadapi bencana seperti wabah Covid-19.

Luhut mengatakan, dalam Undang-Undang Nomot 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yang dikenal untuk menghambat penyebaran wabah ialah karantina wilayah.

Baca juga: Malaysia Deportasi Pekerja Migran Indonesia di Tengah Lockdown, Migrant Care Minta Pemerintah Protes

"Jadi setiap negara itu mencari model masing-masing yang cocok dengan dia. Jadi kita juga jangan terus buru-buru men-judge, memberikan komentar yang tidak pas," tutur Luhut.

"Nah ini yang harus dicari keseimbangannya, tetapi kira-kira nanti terminologinya dicari juga. Kita tidak kenal lockdown. Kita kenalnya dikarantina, undang-undang nih ya. Jadi jangan kita pakai lagi istilah lockdown itu," papar Luhut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X