Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Salurkan 165.000 APD ke Seluruh Indonesia

Kompas.com - 30/03/2020, 20:02 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional Doni Monardo  di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/Firda Zaimmatul MufarikhaKepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional Doni Monardo  di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pihaknya menyalurkan 165.000 alat pelindung diri (APD) ke seluruh Indonesia.

"Gugus tugas telah menyalurkan sekitar 165.000 unit APD diseluruh Indonesia terutama di Kota Jakarta. Kemudian hari ini mudah-mudahan kalau tidak ada hambatan akan tiba 100.000 unit lagi APD dari industri yang sama," kata Doni dalam video conference, Senin (30/3/2020).

Ia mengatakan, saat ini ada 28 industri tekstil dalam negeri yang memproduksi APD meskipun bahan bakunya berasal dari China.

Baca juga: Universitas Sebelas Maret Solo Buat APD Berbahan Jas Hujan

Menurut Doni, seharusnya APD tersebut diekspor. Namun, Indonesia akhirnya mendapatkan hak untuk memenuhi kebutuhan domestik.

"Tetapi berdasarkan hasil koordinasi dengan para menteri terutama menteri luar negeri dan juga tiga menteri lainnya ada kesepakatan bahwa kita juga mendapatkan hak dan prioritas untuk memenuhi kebutuhan domestik," ujar dia. 

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, APD, masker, dan alat rapid test sudah didistribusikan ke seluruh provinsi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Oleh karena itu, sampai hari ini pemerintah telah mengadakan APD sebanyak 191.666 set dan terdistribusi ke seluruh provinsi dan rumah sakit yang membutuhkan," kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Hingga 30 Maret, 191.666 Set APD Sudah Didistribusikan ke Seluruh Provinsi

Selain itu, Gugus Tugas sudah mendistribusikan ke seluruh provinsi dan rumah sakit rujukan sebanyak 12.272.500 masker bedah dan 133.640 masker N95.

"Kemudian, alat rapid test sebanyak 425.000 sudah terdistibusi. Oleh karena itu, kita akan tetap berupaya semaksimal memenuhi ini dalam penanganan Covid-19," ujar dia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X