Mengenal PIACCF yang Berikan Penghargaan Antikorupsi kepada Novel Baswedan

Kompas.com - 12/02/2020, 16:14 WIB
Novel Baswedan memberi keterangan di depan kediamannya, Jumat (7/2/2020) pagi KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARINovel Baswedan memberi keterangan di depan kediamannya, Jumat (7/2/2020) pagi
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan diberitakan menerima penghargaan antikorupsi internasional dari Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) di Malaysia, Selasa (11/2/2020) kemarin.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad yang juga meluncurkan PIACCF kemarin.

Lantas, seperti apakah organisasi PIACCF itu?

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, PIACCF merupakan organisasi yang dibentuk untuk mendukung para pegawai lembaga antikorupsi yang keselamatannya terancam karena komitmen dalam memberantas korupsi.

"Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mendukung pegawai lembaga antikorupsi yang menjadi target atau yang terancam jiwa, keselamatan, atau kehormatannya, karena memiliki komitmen dalam penyidikan dan pemberantasan korupsi," kata Ali, Selasa (4/2/2020) lalu.

Baca juga: Penghargaan Antikorupsi Novel jadi Motivasi bagi Pegawai KPK

Ali Fikri menambahkan, tujuan pembentukan dana ini juga untuk memperkuat dukungan kolektif internasional kepada praktisi anti-korupsi untuk memitigasi ancaman dan intimidasi dengan memberikan bantuan dan dukungan lain.

Dikutip dari situs Bernama, organisasi ini juga akan bertanggung jawab pada International Anti-Corruption Fund serta melengkapi aspirasi dari Konvensi PBB Antikorupsi.

Mahathir mengatakan, organisasi ini penting karena pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi justru mempunyai banyak kemampuan untuk menghentikan pemberantas korupsi yang ingin mengakhiri kejahatan mereka.

"Kami di sini untuk memberitahu dunia bahwa semua petugas antikorupsi yang membayar mahal dalam menjalankan tugas mereka adalah juara dan pahlawan kami," ujar Mahathir.

Baca juga: Terima Penghargaan Antikorupsi di Malaysia, Novel: Ini Penghormatan bagi Semua yang Berjuang Berantas Korupsi

Adapun organisasi ini awalnya hendak dinamakan "Mahathir International Anti-Corruption Fund" untuk menghargai peran Mahathir dalam melawan korupsi.

Namun, Mahathir sendiri akhirnya mengubah nama organisasi itu menjadi PIACCF untuk menghargai para petugas antikorupsi yang sudah "dieksploitasi" dalam menjalankan tugas.

Selain Novel Baswedan, penerima penghargaan antikorupsi internasional dari PIACCF adalah Kevin Morais.

Kevin merupakan seorang jaksa dari Kejaksaan Agung Malaysia yang diculik dan dibunuh antara 4-16 September 2015 lalu ketika ia sedang menyelidiki sebuah skandal korupsi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X