WNI yang Sakit di Wuhan Enggan ke RS, Khawatir Dikarantina dan Ditelantarkan

Kompas.com - 29/01/2020, 08:43 WIB
Petugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu. AFP/HECTOR RETAMALPetugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu.
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Ranting Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok di Huazhong University of Science and Technology, Khoirul mengaku mendapat informasi ada beberapa warga negara Indonesia ( WNI) di Wuhan yang terserang batuk lebih dari dua minggu.

Meski demikian, belum dapat disimpulkan apakah WNI tersebut turut terpapar virus corona jenis baru atau tidak.

"Beberapa, saya enggak bisa sebutkan nama karena belum confirm," kata Khoirul melalui keterangan tertulis, Rabu (29/1/2020).

Untuk diketahui, secara umum seseorang yang terpapar virus corona jenis baru memiliki ciri atau gejala seperti paparan virus corona lainnya.

Baca juga: Mahasiswa Indonesia di Wuhan Tolak Bantuan Bersifat Kedaerahan

Misalnya, timbulnya gejala seperti suhu tubuh tinggi, batuk kering, napas pendek atau kesulitan bernapas.

Menurut Khoirul, sejauh ini WNI tersebut baru sebatas menunjukkan gejala batuk yang cukup lama, meski sebelumnya tidak memiliki riwayat bronkitis.

"Laporan yang kami terima tidak ada gejala lain. Interaksi pasti sama penduduk lokal," ujarnya.

Ia menambahkan, para WNI tersebut hingga kini masih takut untuk memeriksakan diri ke rumah sakit setempat.

Baca juga: Menlu Sebut Pasokan Kebutuhan WNI di Wuhan Hanya Cukup untuk 3-5 Hari

Sebab, ada kekhawatiran mereka akan dikarantina dan justru ditelantarkan karena semakin membeludaknya pasien dari klinik dan rumah sakit.

"Jadi, mereka mengambil keputusan untuk diam dan berharap bisa pulang (ke Indonesia) dan diperiksa di sana. Risky choice," imbuhnya.

Hingga kini, 4.193 orang dikabarkan telah terpapar virus corona jenis baru. Adapun jumlah korban meninggal dunia mencapai 106 orang dan 58 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Virus corona sendiri telah menyebar di 16 negara.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X