Retno Marsudi, Diplomat Perempuan yang Kembali Jadi Menlu

Kompas.com - 23/10/2019, 12:15 WIB
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi melayat almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie di rumah duka di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (11/9/2019).  BJ Habibie meninggal akibat penyakit yang dideritanya. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi melayat almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie di rumah duka di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (11/9/2019). BJ Habibie meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo kembali mempercayakan Retno Lestari Priansari Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri di Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024.

Retno Marsudi lahir di Semarang, 27 November 1962. Di kota itu pulalah Retno besar, sebelum akhirnya menempuh studi di Universitas Gadjah Mada jurusan Hubungan Internasional.

Dia mengawali karier pada 1986 sebagai staf di Biro Analisa dan Evaluasi untuk kerja sama ASEAN.

Pada 1997 hingga 200, ia berkarir sebagai sekretaris satu bidang ekonomi di Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda.

Baca juga: Retno Marsudi Kembali Dipercaya Jadi Menteri Luar Negeri

Setelahnya, tahun 2001 Retno duduk di kursi Direktur Eropa dan Amerika, dan tahun 2003 ia menjabat sebagai Direktur Eropa Barat.

Retno Marsudi pernah mempelajari studi hak asasi manusia di Universitas Oslo. Atas perhatiannya pada isu HAM itulah, Retno kemudian bergabung dalam Tim Pencari Fakta pembunuhan Munir Said Thalib pada tahun 2004.

Tahun 2005 Retno dipercaya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia.

Sesudah itu, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Eropa dan Amerika yang mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di Eropa dan Amerika.

Baca juga: Jabatan Berakhir, Retno Masih Tetap Dampingi Jokowi Terima Tamu Negara

Sebelum ditunjuk sebagai menteri, Retno menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda pada 2012.

Kemudian, pada 2014, ia dipercaya Jokowi duduk di kabinet sebagai Menteri Luar Negeri. Retno adalah perempuan pertama di Indonesia yang menjabat Menlu.

Hingga akhir masa jabatan Retno tak pernah terkena reshuffle. Bahkan, kini ia dipercaya lagi untuk periode kedua.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X